Seperti dilansir AFP, Sabtu (5/2/2022), tidak ada yang selamat di antara tujuh penumpang, yang menurut sumber diplomatik termasuk dua turis Chili.
Lusinan pesawat beroperasi dari lapangan terbang Maria Reiche, menerbangkan turis, terutama orang asing, melewati jalur Nazca, sebuah situs Warisan Dunia UNESCO.
Garis-garis itu terukir di lantai gurun sekitar 220 mil (350 kilometer) selatan Lima antara 500 SM dan 500 M, menurut UNESCO, dan menggambarkan hewan, tumbuhan, makhluk imajiner, dan figur geometris sepanjang beberapa kilometer.
Mereka diyakini memiliki fungsi astronomi ritual atau berfungsi sebagai kalender. Sebagian besar hanya terlihat dari langit.
Pada Oktober 2010, empat turis Inggris dan dua awak Peru tewas ketika sebuah pesawat AirNasca jatuh di atas garis.
Simak juga 'Pemerintah Peru Salahkan Repsol Atas Tragedi Tumpahan Minyak':
(rfs/rfs)











































