Setelah AS-Inggris, Giliran Kanada Tarik Keluarga Diplomat dari Ukraina

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 26 Jan 2022 16:15 WIB
FILE - A convoy of Russian armored vehicles moves along a highway in Crimea, Tuesday, Jan. 18, 2022. With tens of thousands of Russian troops positioned near Ukraine, the Kremlin has kept the U.S. and its allies guessing about its next moves in the worst Russia-West security crisis since the Cold War. (AP Photo, File)
konvoi pasukan Rusia di perbatasan Ukraina (Foto: AP Photo, File)
Jakarta -

Pemerintah Kanada telah menarik pulang keluarga para diplomatnya yang ditempatkan di Kiev, ibu kota Ukraina. Penarikan ini dilakukan seiring pengerahan pasukan militer Rusia di perbatasan Ukraina.

Langkah Kanada ini mengikuti langkah serupa oleh Amerika Serikat dan Inggris.

"Kami telah memutuskan untuk menarik sementara anak-anak staf kedutaan Kanada di bawah usia 18 tahun dan anggota keluarga yang menemani mereka," kata Kementerian Luar Negeri Kanada seperti diberitakan kantor berita AFP, Rabu (26/1/2022).

Kementerian pun menyebut tentang pengerahan pasukan militer Rusia yang sedang berlangsung dan kegiatan destabilisasi di Ukraina dan sekitarnya.

Sebelumnya, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada Minggu (23/1) waktu setempat menyatakan pemerintah telah mengizinkan keberangkatan 'sukarela' para staf non-esensial Kedutaan Besar AS di Kiev.

Pemerintah AS juga mengimbau warganya yang ada di Ukraina untuk 'mempertimbangkan pergi sekarang'. Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa pihaknya tidak akan mengevakuasi warga AS di Ukraina setelah terjadi potensi serangan oleh Rusia.

Pemerintah Inggris kemudian mengikuti langkah AS tersebut dengan menarik beberapa staf dan kerabat mereka dari Kedutaan Besarnya di Ukraina sebagai tanggapan atas "ancaman yang meningkat dari Rusia".

Rusia telah mengerahkan puluhan ribu tentaranya, juga sejumlah tank militer, kendaraan tempur, artileri dan rudal, ke dekat perbatasan Ukraina. Pergerakan itu memicu peringatan keras dari AS dan negara-negara Eropa -- namun sejauh ini upaya diplomasi yang intens hanya membuahkan sedikit hasil.

Pemerintah Rusia telah menegaskan bahwa pasukan militernya berada di sana bukan untuk menyerang.

Simak juga 'Staf Kedutaan AS Diminta Tinggalkan Ukraina, Tapi Bukan Evakuasi':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)