Israel Lakukan Penyelidikan Dugaan Korupsi Kapal Selam yang Libatkan Netanyahu

Dwi Andayani - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 02:47 WIB
Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu attends a hearing evidence stage for his trial over alleged corruption crimes, at the Jerusalem district court, in Salah El-Din, East Jerusalem, Monday, April 5, 2021. Netanyahu was back in court for his corruption trial on Monday as the countrys political parties were set to weigh in on whether he should form the next government after a closely divided election or step down to focus on his legal woes. (Abir Sultan/Pool Photo via AP)
Benjamin Netanyahu (Foto: Abir Sultan/Pool Photo via AP)
Jakarta -

Kabinet Israel memilih mengadakan penyelidikan formal atas dugaan adanya korupsi terkait kapal selam. Dugaan korupsi ini disebut melibatkan mantan perdana menteri Benjamin Netanyahu.

Dilansir AFP, Senin (24/1/2022) dugaan korupsi ini berkaitan dengan kesepakatan pengadaan angkatan laut pada tahun 2012.

Netanyahu sendiri secara pribadi tidak dituduh melakukan kesalahan dalam apa yang disebut "urusan kapal selam". Dimana hal ini menyangkut kesepakatan multi-miliar shekel untuk memperoleh kapal angkatan laut dari raksasa industri Jerman Thyssenkrupp.

Sementara itu Perdana Menteri Naftali Bennett, abstain dalam pemungutan suara yang mengatur penyelidikan. Dilaporkan hal ini dikarenakan alasan kekhawatiran itu akan mengganggu pengadaan militer.

Menteri Luar Negeri Yair Lapid menyebut kasus dugaan korupsi terkait kapal selam merupakan kasus paling serius dalam sejarah Israel. Sehingga diperlukan adanya penyelidikan.

"kasus korupsi keamanan paling serius dalam sejarah Israel," ujar Yair Lapid dalam sebuah tweet sebelum kabinet menyetujui penyelidikan tersebut.

"Hal ini diperlukan untuk membalik setiap batu untuk mencapai kebenaran," ujarnya.

Menteri Pertahanan Benny Gantz, juga pendukung kuat penyelidikan itu. Ia menilai bahwa penyelidikan itu adalah "kebutuhan keamanan utama" bagi negara itu.

Disebutkan, beberapa orang telah didakwa dalam kasus ini. Komisi yang baru dibentuk akan melihat proses pengadaan tetapi tidak akan menyelidiki terdakwa yang sedang diadili.

Diketahui bulan ini, Gantz mengumumkan perjanjian terpisah untuk membeli tiga kapal selam lebih lanjut dari Thyssenkrupp dalam kesepakatan 10 miliar shekel (lebih dari tiga miliar dolar).

Simak juga 'Mantan Orang Dekat Eks-PM Israel Beri Kesaksian di Persidangan':

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/dwia)