Khawatir Ancaman Rusia, Kedubes AS Minta Staf Dievakuasi dari Ukraina

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 23 Jan 2022 13:37 WIB
Ukraina Gelar Latihan Militer di Tengah Ketegangan dengan Rusia
Ilustrasi (Foto: DW (News)
Jakarta -

Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat di Kiev, Ukraina telah meminta agar Departemen Luar Negeri mengizinkan seluruh staf non esensial agar dapat meninggalkan negara tersebut. Hal ini dilakukan imbas kekhawatiran memanasnya kondisi Ukraina pasca ancaman serangan dari Rusia.

Seperti dilansir CNN, Minggu (23/1/2022), menanggapi permintaan itu, seorang juru bicara Departemen Luar Negeri mengatakan pihaknya belum dapat mengumumkan soal evakuasi saat ini.

"Kami melakukan perencanaan darurat yang ketat, seperti yang selalu kami lakukan, jika situasi keamanan memburuk." demikian tanggapannya dan merujuk CNN ke Departemen Luar Negeri di Washington untuk mengkonfirmasi kabar tersebut.

Sebuah sumber yang dekat dengan pemerintah Ukraina mengatakan kepada CNN bahwa AS telah memberi tahu Ukraina bahwa "kemungkinan akan memulai evakuasi paling cepat minggu depan" untuk keluarga para diplomat di Kyiv.

Sumber itu mengatakan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken tentang masalah ini. Namun Zelensky mengatakan jika Amerika Serikat mengambil langkah dramatis seperti itu akan menjadi "reaksi berlebihan."

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri mengatakan departemen itu tidak akan mengomentari diskusi pribadi yang disebut sumber tersebut. Pihaknya menambahkan keputusan tentang staf luar negeri didasarkan pada satu kriteria: keselamatan dan keamanan orang Amerika.

"Jika ada keputusan untuk mengubah sikap kami sehubungan dengan diplomat Amerika dan keluarga mereka, warga Amerika seharusnya tidak mengantisipasi bahwa akan ada evakuasi yang disponsori pemerintah AS. Saat ini, penerbangan komersial tersedia untuk mendukung keberangkatan," kata juru bicara itu.

Permintaan soal evakuasi dari Ukraina menandai terjadinya eskalasi dari laporan CNN bulan lalu. Saat itu, AS dilaporkan sedang menyiapkan rencana darurat untuk mengevakuasi orang Amerika dari Ukraina, karena Rusia terus mengerahkan pasukan massal di dekat perbatasan dan memicu kekhawatiran akan invasi baru.

Penilaian intelijen Kementerian Pertahanan Ukraina, yang dibagikan kepada CNN minggu ini, menyebut Rusia kini telah mengerahkan lebih dari 127.000 tentara di wilayah tersebut.

Departemen Luar Negeri AS telah mengeluarkan peringatan perjalanan tingkat tertinggi untuk Ukraina. Warga AS diminta untuk tidak melakukan perjalanan ke negara itu sebagai bentuk pencegahan soal laporan bahwa Rusia tengah bersiap melakukan serangan terhadap Ukraina.

Simak Video 'Rusia, Iran, China Latihan Perang di Samudra Hindia':

[Gambas:Video 20detik]