DetikNews
Jumat 19 Januari 2018, 11:02 WIB

Ini Menteri Wanita Muslim Pertama yang Bicara di Parlemen Inggris

Novi Christiastuti - detikNews
Ini Menteri Wanita Muslim Pertama yang Bicara di Parlemen Inggris Nusrat Ghani saat berbicara sebagai Wakil Menteri Transportasi Inggris di parlemen (Twitter/@Nus_Ghani)
London - Nusrat Ghani mencetak sejarah di Inggris dengan menjadi menteri wanita muslim pertama yang berbicara di hadapan parlemen. Ghani berbicara di parlemen dalam kapasitasnya sebagai Wakil Menteri Transportasi Inggris.

Seperti dilansir media Inggris, BBC, Jumat (19/1/2018), Ghani yang kini berusia 45 tahun, sebelumnya diketahui menjabat sebagai anggota parlemen Partai Konservatif untuk wilayah Wealden sejak tahun 2015. Ghani yang lahir di Kashmir, merupakan anak imigran Pakistan yang tinggal di Inggris.

Ghani ditunjuk menjadi Wakil Menteri Parlemen pada Departemen Transportasi Inggris oleh Perdana Menteri Theresa May dalam reshuffle kabinet pekan lalu. PM May juga menyampaikan ucapan selamat via Twitter. "Selamat untuk Nusrat -- sungguh momen yang sangat bersejarah, dan sebuah peran yang tidak saya ragukan, akan bisa Anda kembangkan," ucapnya.




Pada Kamis (18/1) waktu setempat, Ghani hadir di majelis rendah parlemen atau House of Commons untuk menjawab serangkaian pertanyaan parlemen soal akses untuk penyandang disabilitas di berbagai stasiun kereta Inggris. Ghani mendapat sorakan meriah saat berbicara pertama kali dari dispatch box.

Sebuah dispatch box biasa digunakan saat anggota kabinet berbicara di parlemen. Ghani mencetak sejarah sebagai seorang menteri wanita muslim pertama di Inggris yang berbicara dari dispatch box.

"Melakukan debut saya sebagai menteri @transportgovuk dan mencetak sejarah kecil sebagai menteri wanita muslim pertama yang berbicara dari dispatch box. Didukung oleh kolega-kolega saya yang luar biasa, Chris Grayling, @JoJohnsonUK & @Jesse_Norman @Conservatives," ucap Ghani via akun Twitternya. Chris Grayling merupakan Menteri Transportasi Inggris, atau atasan Ghani yang sangat mendukungnya.




Berbicara soal pencapaiannya, Ghani menyebutnya sebagai momen penting. "Banyak orang tahu bahwa tahun ini juga menandai pencapaian bersejarah penting di negara ini, tahun 2018 menandai 100 tahun hak voting untuk wanita," ucapnya seperti dilansir mirror.co.uk.

"Saya harap hari ini, kaum muda bisa melihat bahwa terlepas apapun latar belakang mereka, garis keturunan atau keyakinan mereka, akan ada sambutan hangat dari bangku hijau (kursi parlemen) -- dan tidak peduli dari mana Anda berasal, Anda bisa mencapai mimpi dan ambisi Anda," imbuhnya.

"Saya merasa senang menjadi seorang menteri pada Departemen Transportasi, yang bekerja keras untuk mendorong lebih banyak keberagaman dalam sektor transportasi," ujar Ghani.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed