Arab Saudi Bantah Bombardir Penjara Yaman yang Tewaskan 70 Orang

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 22 Jan 2022 16:30 WIB
People inspect the wreckage of buildings that were damaged by Saudi-led coalition airstrikes, in Sanaa, Yemen, Tuesday, Jan. 18, 2022. The coalition fighting in Yemen announced it had started a bombing campaign targeting Houthi sites a day after a fatal attack on an oil facility in the capital of the United Arab Emirates claimed by Yemen’s Houthi rebels. It said it also struck a drone operating base in Nabi Shuaib Mountain near Sanaa. (AP Photo/Hani Mohammed)
kerusakan bangunan di Yaman akibat serangan udara koalisi Saudi (Foto: AP/Hani Mohammed)
Jakarta -

Koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi membantah laporan bahwa mereka membombardir sebuah penjara di kota Saada, Yaman utara, yang menewaskan 70 orang.

Sebelumnya, seorang pejabat dari kelompok pemberontak Houthi di Yaman dan badan amal medis, Doctors Without Borders (Medecins Sans Frontieres, atau MSF) mengatakan pada hari Jumat (21/1) bahwa puluhan orang tewas dalam serangan udara dini hari di sebuah pusat penahanan sementara di kota Saada.

Houthi merilis rekaman video yang menunjukkan petugas penyelamat mengeluarkan mayat-mayat dari antara puing-puing bangunan. Taha al-Motawakel, menteri kesehatan di pemerintahan Houthi yang menguasai wilayah utara negara itu, mengatakan kepada kantor berita The Associated Press bahwa 70 tahanan telah tewas dalam serangan itu.

Al-Motawakel menuduh koalisi pimpinan Saudi sengaja menargetkan warga sipil.

"Kami menganggap ini sebagai kejahatan perang terhadap kemanusiaan. Dunia harus bertanggung jawab pada saat kritis dalam sejarah manusia ini," katanya.

Seorang juru bicara MSF mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa jumlah korban tewas sedikitnya 70 orang dan 138 lainnya terluka.

Koalisi yang dipimpin Saudi membantah melakukan serangan itu.