Serang Desa di Nigeria, Jihadis Culik 20 Orang Anak!

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Sabtu, 22 Jan 2022 05:46 WIB
Residents walk along a street in Dapchi, Nigeria, on February 22, 2018. School girls from Dapchis Government Girls Science and Technical College were reportedly kidnapped by Boko Haram. - Anger erupted in a town in remote northeast Nigeria on February 22 after officials fumbled to account for scores of schoolgirls from the college who locals say have been kidnapped by Boko Haram jihadists. Police said on February 21 that 111 girls from the college were unaccounted for following a jihadist raid late on February 19. Hours later, Abdullahi Bego, spokesman for Yobe state governor Ibrahim Gaidam, said
Ilustrasi/suasana di Nigeria (Foto: AFP/AMINU ABUBAKAR)
Borno -

Jihadis membunuh 2 orang pria dan menculik 20 anak di negara bagian Borno, Nigeria. Lokasi tersebut merupakan tempat gerilyawan melakukan pemberontakan selama lebih dari satu dekade.

Dilansir AFP, Sabtu (22/1/2022) jihadis melakukan serangan hari Kamis sore waktu setempat, di desa Piyemi, dekat kota Chibok. Lokasi ini, delapan tahun lalu para jihadis Boko Haram menculik lebih dari 200 siswi. Aksi ini kemudian memicu kecaman internasional.

Pejuang dari Negara Islam Provinsi Afrika Barat (ISWAP) menyerbu Piyemi pada Kamis sore. Serangan ini menewaskan dua pria dan menangkap 13 anak perempuan dan 7 anak laki-laki. Hal itu diungkap oleh penduduk dan tokoh masyarakat.

Militan ISWAP yang mengenakan seragam militer mulai menembak dan menjarah toko-toko di desa. Mereka juga membakar rumah.

"Mereka menembak mati dua orang dan membawa pergi 13 anak perempuan dan tujuh anak laki-laki berusia antara 12 dan 15 tahun," kata warga setempat Samson Bulus kepada AFP melalui telepon.

Para gerilyawan yang menyerang dari hutan Sambisa menggiring 20 anak itu. Hal itu diungkap oleh warga lainnya.

"(Sebanyak) 20 anak yang diculik ke dalam sebuah truk yang mereka rampas dari desa dan membawa mereka ke dalam hutan", kata seorang warga lainnya, Silas John.

Pejabat militer belum mengomentari serangan itu. Namun seorang pejabat pemerintah Chibok setempat membenarkan serangan itu tanpa memberikan rincian.

Seorang pemimpin komunitas juga memberikan rincian serupa tentang serangan jihadis dan menculik anak-anak itu.

"Serangan ini adalah yang ketiga dalam beberapa hari terakhir dan menggarisbawahi risiko yang dihadapi desa-desa di sekitar Chibok dari para jihadis," kata pemimpin komunitas dari Chibok, Ayuba Alamson.

Simak juga Video: 100 Sandera di Nigeria Dibebaskan Tanpa Syarat

[Gambas:Video 20detik]



(lir/lir)