8 Pejuang Afghanistan Tewas dalam Baku Tembak dengan Taliban

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Sabtu, 22 Jan 2022 03:26 WIB
Sejumlah prajurit Taliban jalani pelatihan selama tiga minggu di Lashkar Gah, Afghanistan. Sejumlah latihan dilakukan para prajurit selama program 3 minggu itu.
Ilustrasi (Foto: AP Photo/Abdul khaliq)
Kabul -

Baku tembak terjadi antara pasukan Taliban dan perjuangan perlawanan Afghanistan dari kelompok oposisi nasional. Dalam insiden itu, sebanyak 8 kelompok pejuang Afghanistan tewas ditembak Taliban.

Dilansir AFP, Jumat (21/2/2022), sejak menguasai kembali Afghanistan, Taliban dengan tegas menghadapi perlawanan terorganisir. Sementara, baku tembak itu terjadi pada Kamis waktu setempat.

Pejuang dari Front Perlawanan Nasional (NRF), sebuah kelompok yang dipimpin oleh putra mendiang komandan anti-Taliban legendaris Ahmad Shah Massoud, memerangi pasukan Taliban di provinsi Balkh.

Sebanyak 8 pejuang NRF tewas dalam "bentrokan langsung" dengan Taliban. Hal itu diungkapkan oleh juru bicara polisi provinsi Asif Waziri kepada wartawan dalam sebuah pesan suara.

Waziri mengatakan pasukan Taliban juga menyita amunisi dan senapan mesin dari para pejuang NRF. Sementara itu, seorang juru bicara NRF belum menanggapi permintaan komentar dari AFP.

Pertempuran itu terjadi kurang dari dua minggu setelah menteri luar negeri Taliban Amir Khan Muttaqi mengadakan pembicaraan dengan Ahmad Massoud, putra Ahmad Shah Massoud, di Teheran.

Setelah pertemuan puncak itu, seorang pejabat faksi perlawanan mengatakan NRF dan Taliban tetap berada di "halaman terpisah" tanpa prospek rekonsiliasi.

Pasukan NRF Massoud adalah yang terakhir bertahan melawan pengambilalihan Taliban tahun lalu. Mereka mundur ke Lembah Panjshir yang jatuh pada September, beberapa minggu setelah pasukan pemerintah menyerah.

Lembah Panjshir terkenal sebagai tempat perlawanan terhadap pasukan Soviet pada 1980-an dan Taliban pada akhir 1990-an.

Sosoknya yang paling dihormati adalah Ahmad Shah Massoud, yang dikenal sebagai "Singa Panjshir", yang dibunuh oleh Al-Qaeda pada tahun 2001, dua hari sebelum serangan 9/11.

Putranya sejak itu mengambil alih kepemimpinan dan ada laporan tentang upayanya untuk mengorganisir perlawanan dengan para pemimpin Afghanistan di pengasingan lainnya. Akan tetapi hal itu sejauh ini dibantah oleh otoritas Taliban.

Taliban juga menghadapi perlawanan dari cabang regional Negara Islam, IS-Khorasan. Mereka adalah kelompok ekstremis yang bertujuan untuk menciptakan kekhalifahan global.

Simak juga Video: Ratusan Pasukan Taliban Tampil Lebih Modern

[Gambas:Video 20detik]



(lir/lir)