Ledakan Bom Mobil Tewaskan 1 Orang di Kolombia, 5 Luka-luka

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Sabtu, 22 Jan 2022 01:49 WIB
Ilustrasi Kebakaran. Andhika Akbarayansyah/detikcom.
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Arauca -

Sebuah bom mobil meledak di daerah konflik kelompok-kelompok bersenjata di Kolombia Timur. Satu orang dinyatakan tewas dan 5 lainnya luka-luka akibat insiden ini.

Dilansir Reuters, Jumat (21/1/2022), bom mobil meledak hampir tengah malam di Saravena, Arauca, perbatasan dengan Venezuela. Daerah ini diketahui gerilyawan dari Tentara Pembebasan Nasional (ELN) bentrok dengan para pembangkang dari Pasukan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) yang didemobilisasi dan menolak kesepakatan damai 2016.

Otoritas militer mengaitkan ledakan ini dengan front ke-10 pembangkang FARC. Ledakan bom mobil juga menghancurkan sejumlah bangunan, termasuk markas besar kelompok hak asasi manusia.

Selain itu, sebanyak 30 orang tewas dalam serangkaian bentrokan di Arauca. Kekerasan juga meluas ke negara bagian Apure di negara tetangga Venezuela, akibatnya ratusan orang mengungsi ke Puerto Carreno, ibu kota provinsi Vichada Kolombia.

"Situasi di Arauca dan Apure tampaknya memburuk dengan cepat," kata penyelidik senior untuk kelompok advokasi Human Rights Watch (HRW) Amerika, Juan Pappier kepada Reuters.

"Ada risiko serius bahwa ini akan meningkat menjadi pembunuhan balas dendam terhadap siapa pun yang dituduh kelompok bersenjata terkait dengan pihak lawan," sambungnya.

Awal bulan ini, Presiden Kolombia Ivan Duque memerintahkan pengerahan dua batalyon tentara ke Arauca untuk mengendalikan kekerasan.

Bentrokan antara FARC dan ELN di Arauca mengingatkan kembali pada pertempuran serupa pada pertengahan 2000-an. Saat itu ratusan orang tewas.

Tahun lalu, ribuan warga Venezuela dari La Victoria, sebuah kotamadya Apure, melarikan diri ke Kolombia di tengah pertempuran antara pembangkang FARC dan militer Venezuela.

Pemerintah Kolombia menuduh Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyembunyikan para pembangkang dan ELN. Hal itu berulang kali dibantah oleh pemimpin Venezuela itu.

(lir/lir)