Picu Kebakaran Renggut 46 Nyawa, Wanita Taiwan Terancam Hukuman Mati

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 21 Jan 2022 17:39 WIB
In this image taken from video by Taiwans EBC, firefighters shoot water into a building that caught fire in Kaohsiung, in southern Taiwan on Thursday, Oct. 14, 2021. The fire engulfed a 13-story building overnight in southern Taiwan, the islands semi-official Central News Agency reported Thursday. (EBC via AP )
Dampak kebakaran parah di Kaohsiung, Taiwan, yang menewaskan 46 orang (dok. AP/Anonymous)
Taipei -

Seorang wanita di Taiwan terancam hukuman mati atas dakwaan sengaja memicu kebakaran paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir di negara tersebut. Aksi tak bertanggung jawab wanita itu dilaporkan sebagai upaya membalas kekasihnya yang dicurigainya berselingkuh.

Seperti dilansir AFP, Jumat (21/1/2022), kebakaran dahsyat di Kaohsiung pada Oktober tahun lalu menghanguskan beberapa lantai sekaligus dari gedung apartemen 13 lantai. Kebakaran yang berlangsung selama berjam-jam itu secara tragis menewaskan 46 orang.

Otoritas setempat mengatakan bahwa kebakaran itu berawal ketika seorang penghuni apartemen, yang diidentifikasi bermarga Huang, meninggalkan abu dupa yang belum padam di sofa sebelum meninggalkan gedung apartemen tersebut.

Pada Jumat (21/1) waktu setempat, jaksa mendakwa Huang (51) atas dakwaan pembunuhan dan aksi pembakaran. Jaksa juga menyatakan Huang seharusnya dijatuhi hukuman mati karena sengaja memicu kebakaran demi membalas kekasihnya.

"Huang bermaksud menyalakan api untuk memicu insiden dan mempermalukan kekasihnya, yang memicu bencana besar dan hilangnya banyak nyawa tidak bersalah," sebut kantor jaksa distrik Kaohsiung dalam pernyataannya.

"Dia tidak menunjukkan penyesalan dan perilakunya buruk ... (jaksa) merekomendasikan agar pengadilan menjatuhkan hukuman mati untuk menjadi peringatan," cetusnya.

Huang mengakui dirinya menyalakan dupa aroma sandalwood untuk mengusir nyamuk, namun menurut jaksa, dia memberikan keterangan yang tidak konsisten soal apa yang dilakukannya sebelum meninggalkan apartemennya.

Dia awalnya mengklaim telah membuang dupa itu tempat sampah, namun belakangan dia mengakui tidak bisa mengingat apa yang dilakukannya.

(nvc/ita)