China Geram Dituduh Parlemen Prancis Lakukan Genosida terhadap Uighur

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 21 Jan 2022 15:18 WIB
Foto: Salah satu kamp reedukasi di utara Kashgar di wilayah Xinjiang barat laut China, yang diyakini sebagai tempat sebagian besar etnis minoritas Muslim ditahan.
Xinjiang (Foto: Greg Baker/AFP/Getty Images)

Disebutkan dalam resolusi itu bahwa Majelis Nasional Prancis 'secara resmi mengakui bahwa tindak kekerasan yang dilakukan oleh Republik Rakyat China terhadap Uighur merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida'.

Resolusi itu juga menyerukan pemerintah Prancis untuk mengambil 'langkah-langkah yang diperlukan dalam komunitas internasional dan dalam kebijakan luar negeri terhadap Republik Rakyat China' untuk melindungi kelompok minoritas di Xinjiang tersebut.

"China adalah kekuatan besar. Kami mencintai orang-orang China. Tapi kami menolak untuk tunduk pada propaganda dari rezim yang mengandalkan kepengecutan dan ketamakan untuk melakukan genosida di depan mata," ujar Ketua Partai Sosialis, Oliver Faure.

Lebih lanjut, dia menceritakan kesaksian para penyintas Uighur yang mengungkapkan kondisi di dalam kamp-kamp penahanan di mana pria dan wanita tidak bisa berbaring di dalam sel, menjadi korban pemerkosaan dan penyiksaan, serta adanya transplantasi organ secara paksa.

Beberapa organisasi hak asasi manusia menuduh China telah mengurung setidaknya satu juta warga Muslim di Xinjiang.

Beijing menyangkal angka tersebut dan menggambarkan kamp-kamp itu sebagai "pusat pelatihan kejuruan" untuk mendukung upaya memerangi ekstremisme agama.


(ita/ita)