Israel Beli 3 Kapal Selam dari Jerman, Harganya Rp 48 T!

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 21 Jan 2022 12:19 WIB
FILE - An oil platform in Israels offshore Leviathan gas field is seen from on board the Israeli Navy Ship Atzmaut as a submarine patrols in the Mediterranean Sea , Sept. 1, 2021. Israel signed a three billion euro ($3.4 billion) deal on Thursday, Jan. 20, 2022, to buy three cutting edge submarines from Germany, the defense ministry announced. The Dakar-class diesel-electric submarines will be produced by German manufacturer Thyssenkrupp and are expected to be delivered within nine years, the ministry said. (AP Photo/Ariel Schalit, File)
Ilustrasi -- Sebuah kapal selam sedang berpatroli di dekat kilang minyak Israel di Laut Mediterania (AP Photo/Ariel Schalit, File)
Tel Aviv -

Israel mengumumkan kesepakatan untuk mengembangkan dan membeli tiga unit kapal selam buatan raksasa industri Jerman, Thyssenkrupp. Kesepakatan pembelian tiga kapal selam itu dilaporkan mencapai nilai 3 miliar Euro (Rp 48,7 triliun).

Seperti dilansir AFP, Jumat (21/1/2022), kesepakatan pembelian kapal selam Jerman itu diumumkan Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz, pada Kamis (20/1) waktu setempat.

"Kapal selam baru akan meningkatkan kemampuan Angkatan Laut Israel, dan akan berkontribusi pada keunggulan keamanan Israel di kawasan," sebut Gantz dalam pernyataannya.

Menurut para analis, negosiasi antara Israel dan Jerman soal kesepakatan itu sempat tertunda dan diperumit oleh dugaan korupsi melibatkan pembelian terakhir kapal selam Jerman oleh Israel.

Kesepakatan baru ini mencakup pembelian tiga kapal selam jenis 'Dakar', dengan yang pertama akan dikirimkan kepada Angkatan Laut Israel dalam waktu sembilan tahun ke depan. Ini juga termasuk pembuatan simulator pelatihan di Israel, dan pasokan suku cadang.

Kementerian Pertahanan Israel menyatakan bahwa pemerintah Jerman akan mendanai separuh dari kesepakatan itu melalui hibah khusus, yang sejalan dengan kesepakatan yang ditandatangani kedua negara tahun 2017 lalu.

Selain kesepakatan itu, sebuah perjanjian senilai 850 juta Euro juga ditandatangani dengan Kementerian Perekonomian dan Teknologi Jerman untuk berinvestasi di industri Israel, termasuk perusahaan-perusahaan pertahanan.