Ruang Salat Abad ke-12 Ditemukan di Masjid Irak yang Rusak Gegara ISIS

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 20 Jan 2022 11:36 WIB
This picture taken on January 18, 2022 shows excavations around the al-Nuri mosque in the old town of Iraqs northern city Mosul, at the site heavily damaged by Islamic State (IS) group fighters in the 2017 battle for the city. - Under the al-Nuri Mosque, one of the landmarks of the city of Mosul in Iraq, the floors of an ancient chapel dating back to the twelfth century were discovered, which is an important archaeological discovery and the fruit of excavations that began four months ago, two officials told AFP. (Photo by Zaid AL-OBEIDI / AFP)
Masjid Al-Nuri di Mosul, Irak, tengah dalam proses rekonstruksi setelah mengalami kehancuran parah akibat pertempuran ISIS tahun 2017 (AFP/ZAID AL-OBEIDI)
Mosul -

Fondasi aula untuk ruang salat dari abad ke-12 telah ditemukan di bawah Masjid Al-Nuri yang terletak di Mosul, Irak. Temuan ini didapat saat dilakukan penggalian di kompleks masjid yang menjadi lokasi kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengumumkan kekhalifahan mereka tahun 2014 lalu.

Seperti dilansir AFP, Kamis (20/1/2022), Masjid Al-Nuri yang memiliki minaret condong yang ikonik, mengalami kerusakan parah akibat ISIS dalam pertempuran sengit tahun 2017 yang akhirnya mengusir militan radikal itu dari Mosul. Beberapa waktu terakhir, Masjid Al-Nuri menjalani rekonstruksi atau pembangunan kembali.

Dituturkan Direktur Departemen Barang Antik dan Warisan untuk Provinsi Nineveh -- lokasi Mosul, Khaireddine Nasser, bawah ruang salat abad ke-12 itu ditemukan saat tengah dilakukan aktivitas penggalian di bawah masjid.

Nasser mengungkapkan bahwa empat ruang tambahan untuk wudu juga ditemukan di bawah ruang salat itu. Ruangan tersebut 'saling terhubung dan dibangun dari bebatuan dan plester'.

Disebutkan Nasser bahwa temuan itu memberikan 'pemahaman lebih baik soal permukaan Masjid Al-Nuri dan ruang salat kuno ini, juga soal baskom wudu' yang ditemukan di sana. Setiap ruang wudu, sebut Nasser, berukuran tinggi 3 meter dan lebar 3,5 meter.

"Lokasinya berada di kedalaman enam meter di bawah tanah," imbuh Nasser.

Nasser menyatakan temuan itu 'menguatkan pentingnya situs sejarah dan arkeologi ini'. Aktivitas penggalian di kompleks masjid ini dilakukan oleh Departemen Barang Antik dan Warisan untuk Provinsi Nineveh, dengan dukungan dari UNESCO dan pendanaan dari Uni Emirat Arab.

"Fondasi ruang salat yang lama jauh lebih luas daripada aula salat yang dibangun tahun 1940-an," sebut Nasser.