Omicron Melejit, Brasil Catat Rekor 137.000 Kasus Sehari

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 11:05 WIB
RIO DE JANEIRO, BRAZIL - JUNE 20: A woman shows a banner during an event to pay homage to the over 500,000 registered victims of coronavirus and protest against the governments response to the pandemic organized by ONG Rio de Paz at Copacabana Beach on June 20, 2021 in Rio de Janeiro, Brazil. The death toll in Brazil surpassed 500,000 people on Saturday June 19. Brazilian President Jair Bolsonaro, who initially downplayed the virus, undergoes a Congress probe on his governments mismanagement of the pandemic. (Photo by Buda Mendes/Getty Images)
Brasil mencatat rekor kasus harian COVID-19 (Foto: Getty Images/Buda Mendes)
Jakarta -

Brasil mencatat rekor baru kasus COVID-19 harian di tengah penyebaran varian virus Corona yang sangat menular, Omicron. Kementerian Kesehatan Brasil melaporkan jumlah kasus infeksi virus Corona pada Selasa (18/1/2022) tercatat lebih dari 137.000 kasus dalam sehari.

Dilansir dari kantor berita AFP, Rabu (19/1/2022), negara Amerika Selatan berpenduduk 213 juta jiwa tersebut adalah salah satu yang paling parah terkena dampak pandemi di dunia.

Brasil sejauh ini telah mencatat lebih dari 620.000 kematian akibat virus Corona, menempati urutan kedua terbanyak di dunia setelah Amerika Serikat.

Kasus-kasus infeksi telah melonjak di Brasil sejak awal tahun karena kemunculan varian Omicron yang sangat menular dan perayaan Natal dan Tahun Baru.

Rata-rata kasus baru harian pada akhir tahun 2021 hanya sekitar 8.000.

Rekor kasus harian tertinggi sebelumnya adalah pada Juni 2021 dengan mencatat lebih dari 115.000 kasus dalam periode 24 jam.

"Puncaknya akan tercapai pada Februari ketika situasi akan kembali stabil," kata ahli epidemiologi Ethel Maciel dari Universitas Federal Espirito Santo kepada AFP.

"Layanan kesehatan masyarakat sudah berada di bawah banyak tekanan dan dua minggu ke depan akan menentukan untuk melihat apa dampak infeksi dari perayaan Tahun Baru pada penerimaan rumah sakit," kata Maciel.