Remaja Swedia Ditangkap Usai Serang Siswa-Guru dengan Pisau

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 11 Jan 2022 13:10 WIB
Klitih Itu Apa? Pergeseran Makna di Balik SriSultanYogyaDaruratKlitih
ilustrasi (Foto: detikcom)
Jakarta -

Seorang remaja putra ditangkap di Swedia selatan pada hari Senin (10/1) waktu setempat setelah melukai seorang siswa dan seorang guru dengan sebilah pisau. Media setempat melaporkan bahwa remaja tersebut memiliki kaitan dengan pelaku serangan serupa pada bulan Agustus tahun lalu.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Selasa (11/1/2022), polisi disiagakan ke sebuah sekolah di kota Kristianstad tak lama setelah pukul 9 pagi waktu setempat, setelah menerima laporan bahwa setidaknya satu orang terluka akibat pisau.

"Dia memasuki kelas kami dengan pengeras suara yang memainkan musik dan 'masker Corona' hitam. Awalnya kami mengira itu lelucon," kata seorang siswa yang tidak disebutkan namanya kepada surat kabar Dagens Nyheter.

Penyerang kemudian berbalik ke arah guru dan mulai menyerang. Para siswa pun berlarian keluar dari kelas.

Hanya tujuh menit setelah laporan awal, polisi dapat menangkap tersangka dengan cara yang "relatif tidak dramatis", kata kepala polisi setempat, Anders Olofsson kepada wartawan.

Seorang guru, berusia 55 tahun, dan seorang siswa lainnya, berusia 16 tahun, terluka dalam serangan itu.

Cedera guru itu "ringan", sementara cedera siswa digambarkan sebagai "parah", menurut sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh otoritas kesehatan regional Region Skane.

Polisi mengatakan tersangka yang ditangkap tersebut lahir pada 2005 dan ditahan atas dugaan "percobaan pembunuhan".

Kemudian pada sore hari, media TV4 melaporkan bahwa kasus tersebut memiliki hubungan dengan serangan serupa lainnya di kota Eslov, sekitar 50 kilometer (31 mil) barat daya Kristianstad, pada bulan Agustus 2021 ketika seorang siswa menyerang seorang pegawai sekolah berusia 45 tahun.

Menurut TV4, penyerang Eslov dan tersangka di Kristianstad "saling kenal, telah berhubungan satu sama lain melalui internet dan berbagi minat untuk serangan sekolah."

Simak juga 'Swedia Tak Wajibkan Pendatang untuk Karantina di Negaranya':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)