ADVERTISEMENT

Kian Melejit Gegara Omicron, India Catat 179.000 Kasus Corona Sehari

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 10 Jan 2022 15:28 WIB
Usai dihantam tsunami Corona, India kembali buka perbatasannya untuk turis asing mulai Oktober lalu. Hanya turis yang telah divaksin COVID-19 yang boleh masuk.
Ilustrasi (dok. AP Photo/Bikas Das)
New Delhi -

India melaporkan lebih dari 179.000 kasus virus Corona (COVID-19) dalam sehari di tengah penyebaran cepat varian Omicron, yang telah memicu lonjakan hampir delapan kali lipat untuk tambahan kasus harian sejak awal tahun ini.

Seperti dilansir Reuters, Senin (10/1/2022), otoritas kesehatan India melaporkan 179.723 kasus Corona dalam 24 jam terakhir di wilayahnya.

Sebagian besar kasus baru Corona itu terdeteksi di kota-kota besar seperti New Delhi, Mumbai dan Kolkata, di mana varian Omicron telah menggantikan varian Delta sebagai varian Corona yang mendominasi.

Dengan lonjakan itu, total kasus Corona di India kini mencapai 35,7 juta kasus. Angka itu tercatat sebagai total kasus Corona tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat (AS).

Para pejabat pemerintah India secara pribadi mengatakan mereka bekerja dengan asumsi bahwa kasus harian Corona akan melampaui rekor 414.000 kasus sehari yang tercatat pada Mei tahun lalu, dengan didasarkan pada situasi di beberapa negara termasuk AS yang baru saja mencatat lonjakan 1 juta kasus dalam sehari.

Dalam data terbaru pada Senin (10/1) waktu setempat, otoritas kesehatan India juga melaporkan tambahan 146 kematian dalam sehari.

Dengan demikian, total 483.936 kematian akibat Corona kini tercatat di India sejak pandemi merebak awal tahun 2020. Hanya AS dan Brasil yang mencatatkan lebih banyak kematian daripada India.

Beberapa hari terakhir, ratusan tenaga kesehatan (nakes) dan pekerja garis depan, termasuk polisi, terinfeksi Corona. Laporan media juga menyebut ratusan staf parlemen India dinyatakan positif Corona menjelang rapat pembahasan anggaran pada 1 Februari mendatang.

Menghadapi kenaikan kasus dalam rangkaian gelombang ketiga penularan, pemerintah India mengirimkan pemberitahuan soal suntikan booster kepada lebih dari 10 juta warganya yang telah menerima dosis kedua vaksin Covaxin atau Covishield dalam kurun waktu sembilan bulan lalu.

Pemberian suntikan booster untuk para pekerja garis depan dan warga lanjut usia (lansia) yang rentan dimulai pada Senin (10/1) waktu setempat. Otoritas India menyebut suntikan booster ini sebagai 'dosis pencegahan' yang akan diprioritaskan bagi nakes, pekerja garis depan dan warga berusia 60 tahun ke atas yang memiliki gangguan kesehatan namun memenuhi syarat.

"Pemerintah berkomitmen untuk memberikan perlindungan keamanan tambahan untuk tenaga kesehatan dan pekerja garis depan sebagai prioritas," ucap Menteri Kesehatan India, Mansukh Mandaviya.

Dari total nyaris 1,4 miliar jiwa populasi India, pemerintah telah memberikan total 1,5 miliar dosis vaksin Corona sejauh ini. Sekitar 67 persen dari 939 juta jiwa populasi dewasa di negara ini telah divaksinasi dua dosis.

(nvc/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT