Hizbullah Sebut Raja Salman Teroris, Arab Saudi Geram

Tim Detikcom - detikNews
Jumat, 07 Jan 2022 11:45 WIB
FILE - In this photo released by Saudi Press Agency, SPA, Saudi King Salman, chairs a video call of world leaders from the Group of 20 and other international bodies and organizations, from his office in Riyadh, Saudi Arabia, on March 26, 2020. Saudi King Salman is expected to speak Wednesday, Nov. 11, 2020, in an annual (virtual) address he gives to the nation about policy priorities for the coming year. (Saudi Press Agency via AP)
Raja Salman (Foto: Saudi Press Agency via AP)
Jakarta -

Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Lebanon dengan geram menyatakan kelompok Hizbullah sebagai ancaman bagi keamanan Arab. Hal ini dilontarkannya setelah pemimpin gerakan Syiah Lebanon yang didukung Iran itu menyebut Raja Salman sebagai "teroris".

Dilansir kantor berita AFP, Jumat (7/1/2022), ketegangan terbaru ini terjadi menyusul krisis antara Lebanon dan negara-negara Teluk Arab atas perang di Yaman, dan tuduhan Saudi bahwa Hizbullah ikut campur dalam konflik Yaman tersebut.

"Riyadh berharap partai-partai politik akan memprioritaskan kepentingan tertinggi Lebanon... dan mengakhiri hegemoni teroris Hizbullah atas setiap aspek negara," kata Dubes Saudi untuk Beirut, Waleed Bukhari dalam sebuah pernyataan kepada AFP.

"Aktivitas teroris Hizbullah dan perilaku militer regional mengancam keamanan nasional Arab," imbuh Bukhari.

Pernyataan Dubes Arab Saudi itu muncul setelah Hassan Nasrallah, pemimpin gerakan Hizbullah, dalam pidatonya yang disiarkan televisi awal pekan ini, menyebut Raja Salman sebagai "teroris" dan menuduh Arab Saudi mengekspor ekstremisme Islam.

Tuduhan-tuduhan telah muncul di antara kedua belah pihak sejak koalisi militer pimpinan Saudi melakukan intervensi untuk membantu pemerintah Yaman melawan kelompok pemberontak Houthi yang didukung Iran pada tahun 2015. Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa konflik Yaman tersebut telah menelan ratusan ribu nyawa.

Bulan lalu, Hizbullah menolak klaim Riyadh bahwa pihaknya membantu serangan-serangan oleh pemberontak Houthi di Yaman.

Lihat juga video '3 DPO Teroris MIT Diminta Menyerah!':

[Gambas:Video 20detik]