ADVERTISEMENT

Kasus Global Naik 11 Persen, WHO Ingatkan Risiko Omicron Sangat Tinggi

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 29 Des 2021 11:34 WIB
covid-19 omicron variant vaccination concept
Ilustrasi (dok. Getty Images/iStockphoto/Teka77)

Namun, data lebih lanjut diperlukan untuk memahami keparahan varian Omicron terkait penanda klinis, yang mencakup penggunaan oksigen, ventilasi mekanis dan kematian.

Lebih banyak data juga diperlukan untuk mengetahui bagaimana tingkat keparahan mungkin dipengaruhi oleh penularan COVID-19 sebelumnya, atau vaksinasi.

"Diharapkan juga agar corticosteroid dan penghambat reseptor interleukin 6 akan tetap efektif dalam penanganan pasien dengan penyakit parah," sebut WHO.

"Namun, data awal menunjukkan bahwa antibodi monoklonal mungkin kurang mampu menetralkan varian Omicron," imbuh WHO.

WHO menambahkan bahwa dalam waktu sepekan hingga Minggu (26/12) waktu setempat, menyusul peningkatan bertahap sejak Oktober, jumlah kasus baru Corona secara global meningkat 11 persen dibandingkan sepekan sebelumnya. Sementara angka kematian turun empat persen.

"Ini sama dengan hanya di bawah 5 juta kasus baru dan lebih dari 44.000 kematian baru," demikian pernyataan WHO yang berbasis di Jenewa, Swiss ini.

Tambahan kasus Corona tertinggi dilaporkan dari AS, Inggris, Prancis dan Italia.


(nvc/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT