Serangan Roket Targetkan Perusahaan China di Irak, Tapi Gagal Meledak

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 28 Des 2021 19:04 WIB
Demonstrasi di Jembatan Zeitoun, Nasiriyah, Irak, 28 November 2021. (Asaad Niazi/AFP)
Provinsi Dhi Qar, yang menjadi lokasi perusahaan China yang diserang roket, dilanda unjuk rasa memprotes korupsi dan pengangguran beberapa waktu terakhir (Asaad Niazi/AFP)
Baghdad -

Sebuah serangan roket dan penembakan menargetkan kompleks perusahaan jasa minyak China di wilayah Irak bagian selatan. Enam orang telah ditangkap terkait serangan ini.

Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa akibat serangan yang terjadi pada Selasa (28/12) dini hari waktu setempat. Tidak ada juga laporan kerusakan. Demikian seperti dilansir AFP, Selasa (28/12/2021).

"Kantor pusat perusahaan China, ZPEC, yang beroperasi di area Al-Gharraf, sebelah utara Nasiriyah, menjadi sasaran serangan roket dan peluru tajam," sebut juru bicara perusahaan tersebut di Dhi Qar, Karim al-Jandil, dalam pernyataannya.

Seorang pejabat keamanan setempat menyebut serangan roket itu gagal meledak, dan satu-satunya kerusakan di lokasi hanyalah lubang bekas peluru pada sebuah trailer yang ada di dekat lokasi.

Perusahaan China yang kantornya menjadi target serangan itu diketahui bertugas mengebor sumur di ladang minyak Al-Gharraf.

Disebutkan seorang pejabat perusahaan itu bahwa serangan tersebut dimotivasi oleh 'pemerasan' untuk menekan pihak perusahaan dan mengamankan lapangan pekerjaan bagi warga setempat.

Menurut seorang pejabat keamanan di wilayah Dhi Qar, enam orang telah ditangkap terkait penyelidikan serangan itu. Namun tidak disebutkan lebih lanjut siapa saja yang ditangkap.