2 Perusahaan China Akan Bangun 1.000 Sekolah di Irak

Tim Detikcom - detikNews
Senin, 20 Des 2021 11:54 WIB
Ilustrasi siswa atau sekolah
ilustrasi (Foto: Getty Images/GlobalStock)
Jakarta -

Pemerintah Irak telah menandatangani perjanjian dengan dua perusahaan China untuk membangun 1.000 sekolah di negara itu dalam waktu dua tahun.

Seperti diberitakan AFP, Senin (20/12/2021), pejabat Kementerian Perumahan Irak, Hassan Mejaham mengatakan seperti dikutip kantor berita resmi Irak, Iraqi News Agency, negara itu membutuhkan total 8.000 sekolah "untuk mengisi kesenjangan di sektor pendidikan".

Pejabat Irak tersebut mengatakan, kesepakatan pembangunan sekolah tersebut ditandatangani pekan lalu di hadapan Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhemi, dengan perusahaan Power China, untuk membangun 679 sekolah dan perusahaan Sinotech yang akan membangun 321 sekolah sisanya.

Meskipun kaya akan minyak, Irak telah menderita selama beberapa dekade akibat kehancuran infrastruktur karena perang berturut-turut dan korupsi yang merajalela.

Mejaham mengatakan, pembangunan sekolah tersebut akan selesai dalam dua tahun, dengan yang pertama diserahkan setahun setelah pekerjaan dimulai dalam waktu dekat.

Dia menambahkan bahwa Irak akan membayar proyek tersebut dengan menggunakan produk-produk minyak.

Tahap kedua akan dilakukan pembangunan 3.000 sekolah tambahan, dengan 4.000 sekolah lagi akan dibangun pada tahap akhir.

"Konflik puluhan tahun dan kurangnya investasi di Irak telah menghancurkan apa yang dulunya merupakan sistem pendidikan terbaik di kawasan itu," kata UNICEF di situs webnya, seraya menambahkan bahwa "satu dari setiap dua sekolah rusak dan membutuhkan rehabilitasi".

Di negara berpenduduk 40 juta orang itu, "ada hampir 3,2 juta anak-anak Irak usia sekolah yang putus sekolah", kata UNICEF.

Sebelumnya, Bank Dunia memperingatkan pada bulan Oktober lalu, bahwa tingkat pendidikan yang sudah rendah semakin terancam oleh pandemi virus Corona, dan menyerukan investasi internasional di sektor ini.

(ita/ita)