Presiden Brasil Ngotot Putrinya Tak Akan Divaksin Corona

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 28 Des 2021 15:24 WIB
Brazils President Jair Bolsonaro attends a ceremony on the National Day of People with Disabilities, at the Planalto presidential palace, in Brasilia, Brazil, Monday, Sept. 27, 2021. (AP Photo/Eraldo Peres)
Presiden Brasil Jair Bolsonaro (Foto: AP Photo/Eraldo Peres)
Jakarta -

Presiden Brasil Jair Bolsonaro bersikeras bahwa putrinya yang berusia 11 tahun tidak akan diberikan suntikan vaksin COVID-19. Pemimpin Brasil itu mempertahankan sikap antivaksin yang telah menuai kritik dari para akar kesehatan masyarakat.

Seperti diberitakan Reuters dan Channel News Asia, Selasa (28/12/2021), pemimpin sayap kanan itu menambahkan bahwa Menteri Kesehatan negara itu, Marcelo Queiroga, akan menyampaikan pada 5 Januari 2022 mengenai detail kampanye vaksinasi Corona untuk anak berusia 5 hingga 11 tahun, yang telah disetujui awal bulan ini.

"Anak-anak tidak meninggal dengan cara yang membenarkan vaksin untuk anak-anak," katanya kepada wartawan di negara bagian Santa Catarina, Brasil selatan.

Vaksinasi anak-anak telah menjadi topik hangat di Brasil, di mana para pendukung kuat Bolsonaro sangat menentang tindakan itu, bahkan ketika sebagian besar penduduk Brasil mendukung vaksin COVID-19.

Pada bulan Oktober, regulator kesehatan nasional Anvisa mengatakan para pekerjanya telah menerima ancaman pembunuhan terkait masalah ini. Ketika Anvisa menyetujui vaksinasi untuk anak berusia 5 hingga 11 tahun, Bolsonaro memicu kontroversi dengan mengatakan dia ingin mengumumkan nama pejabat yang telah menandatangani persetujuan tersebut.

Pada 23 Desember, Queiroga, Menteri Kesehatan Brasil, memicu kontroversi lebih lanjut dengan mengatakan bahwa jumlah kematian COVID-19 di antara anak-anak tidak membenarkan otorisasi darurat untuk vaksinasi. Dia kemudian mengatakan bahwa vaksin virus Corona untuk anak-anak akan memerlukan resep dokter, yang langsung ditentang oleh para pejabat kesehatan lainnya.