Bolsonaro Dituduh Ancam Pejabat Brasil Terkait Vaksinasi Corona Anak

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 18 Des 2021 16:50 WIB
Brazils President Jair Bolsonaro attends a ceremony on the National Day of People with Disabilities, at the Planalto presidential palace, in Brasilia, Brazil, Monday, Sept. 27, 2021. (AP Photo/Eraldo Peres)
Jair Bolsonaro (dok. AP Photo/Eraldo Peres)
Brasilia -

Otoritas kesehatan Brasil menolak tunduk pada ancaman setelah Presiden Jair Bolsonaro menyerukan nama-nama pejabat kesehatan yang menyetujui vaksinasi virus Corona (COVID-19) untuk anak-anak diungkap ke publik. Seruan Bolsonaro itu dikritik bernada fasisme.

Seperti dilansir dari AFP, Sabtu (18/12/2021), perselisihan terbaru ini mencuat setelah regulator kesehatan federal Brasil, Anvisa, menyetujui penggunaan vaksin Corona buatan Pfizer-BioNTech terhadap anak-anak berusia 5-11 tahun pada Kamis (16/12) waktu setempat.

Persetujuan ini membawa Brasil bergabung dengan negara-negara lainnya yang menyetujui vaksinasi Corona terhadap anak.

Menanggapi pengumuman itu, Bolsonaro dalam pernyataan via Facebook menyatakan dirinya ingin nama-nama pejabat yang mengambil keputusan pada lembaga independen itu diungkap ke publik.

"Kami ingin mempublikasikan nama-nama orang-orang itu," cetus Bolsonaro, yang menolak divaksin Corona.

"Anda memiliki hak untuk mengetahui nama-nama orang-orang yang menyetujui vaksin untuk anak-anak anda," sambungnya.

Merespons komentar Bolsonaro, Anvisa menyatakan pejabatnya menerima sejumlah ancaman pembunuhan sejak Oktober lalu terkait peran mereka dalam mengevaluasi dan menyetujui vaksin Corona. Anvisa memperingatkan komentar-komentar Bolsonaro bisa semakin memanaskan situasi.

"Lembaga ini telah menjadi fokus dan target aktivisme politik kekerasan," sebut Anvisa dalam pernyataannya.

Simak Video 'Bolsonaro Tolak Paspor Vaksin Covid-19 untuk Masuk ke Brasil':

[Gambas:Video 20detik]