Pria Yaman Dibui 15 Tahun di Arab Saudi karena Murtad

Tim detikcom - detikNews
Senin, 20 Des 2021 17:53 WIB
A Saudi Arabian flag flies on Saudi Arabias consulate in Istanbul on October 4, 2018. - Jamal Khashoggi, a veteran Saudi journalist who has been critical towards the Saudi government has gone missing after visiting the kingdoms consulate in Istanbul on October 2, 2018, the Washington Post reported. (Photo by OZAN KOSE / AFP)
Ilustrasi (dok. AFP/OZAN KOSE)
Riyadh -

Pengadilan Arab Saudi dilaporkan menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara terhadap seorang pria Yaman atas dakwaan murtad. Vonis ini menuai kritikan dari Human Rights Watch (HRW) yang mendesak Kerajaan Saudi untuk memprioritaskan dekriminalisasi penistaan agama di tengah upaya modernisasi.

Seperti dilansir AFP, Senin (20/12/2021), HRW melaporkan bahwa seorang pria Yaman bernama Ali Abu Luhum (38) diadili terkait komentar yang disampaikannya via 'dua akun Twitter anonim', yang menurut jaksa Saudi, didaftarkan dengan sejumlah nomor telepon yang terkait dengannya.

"Pengadilan menyatakan bahwa tweet-tweet tersebut mempromosikan 'kemurtadan, ketidakpercayaan, dan ateisme'," sebut HRW dalam laporannya.

Ditambahkan HRW bahwa persidangan terhadap Abu Luhum digelar tanpa menghadirkan saksi-saksi dari pihaknya sebagai terdakwa.

Menurut laporan HRW, dakwaan yang dijeratkan terhadap Abu Luhum mencakup 'penyangkalan keberadaan Tuhan' dan mempublikasikan konten yang 'merugikan ketertiban umum, nilai-nilai agama dan moral publik di media sosial'.

Dilaporkan juga oleh HRW bahwa Abu Luhum dinyatakan bersalah telah 'mempromosikan ateisme' dan dijatuhi hukuman '15 tahun penjara karena murtad'. Tidak dijelaskan lebih lanjut soal isi komentar Abu Luhum yang dipermasalahkan.

Belum ada tanggapan resmi dari Saudi terkait laporan HRW ini.