2 Pekerja Tambang Batu Bara Ilegal di China Tewas saat Banjir

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Sabtu, 18 Des 2021 01:04 WIB
Ilustrasi bendera China/ebcitizen.com
Ilustrasi (Internet/ebcitizen.com)
Beijing -

20 pekerja diselamatkan dari tambang batu bara yang kebanjiran di China setelah operasi penyelamatan dramatis yang berlangsung selama dua hari. 2 pekerja lainnya ditemukan dalam keadaan tewas.

Seperti dilansir AFP, Jumat (17/12/2021), upaya pemulihan besar-besaran dilakukan ketika tambang ilegal di Shanxi, penghasil batu bara di China utara banjir, Rabu (15/12) malam. Pihak berwenang berjanji untuk menindak operasi gelap yang bermunculan sebagai tanggapan atas lonjakan harga.

Media pemerintah sebelumnya melaporkan 21 orang terjebak di tambang di Xiaoyi, di mana ratusan pekerja penyelamat menggunakan pompa untuk mengalirkan air.

Kementerian Manajemen Darurat China mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa 20 penambang telah diangkat ke permukaan dan 2 telah meninggal.

"Provinsi Shanxi (harus) segera mengatur penyelidikan dan mengumpulkan bukti, menggunakan upaya penuh untuk mengejar buronan, dan mengejar pertanggungjawaban sesuai dengan hukum dan peraturan," kata kementerian itu, seraya menambahkan bahwa provinsi tersebut perlu menindak tegas kegiatan penambangan ilegal.

Pemerintah setempat mengumumkan tiga pejabat tinggi Xiaoyi termasuk wali kota dicopot dari jabatan mereka sebagai akibat dari kecelakaan pertambangan.

Penyiar negara mengatakan pintu masuk yang sempit dan tersembunyi ke tambang ilegal telah menghambat upaya penyelamatan, serta kurangnya peta lokasi yang tepat.

7 tersangka telah ditahan atas kecelakaan itu dan polisi mengatakan mereka sedang mencari orang lain, termasuk pemilik tambang, yang dilaporkan seorang penduduk desa setempat melarikan diri setelah kecelakaan itu.

TV pemerintah menunjukkan barisan penyelamat berpakaian oranye mengenakan topi keras mengangkat para penambang dengan tandu ke ambulans.

China menghasilkan sekitar 60 persen energinya dari pembakaran batu bara, dan telah meningkatkan produksi dalam beberapa bulan terakhir untuk mengurangi kekurangan energi yang menyebabkan pemadaman listrik dan memaksa pabrik tutup.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya: