Kim Jong-Un Juga Larang Warga Rayakan Ultah Saat Peringati Kematian Ayahnya

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Jumat, 17 Des 2021 08:19 WIB
Pyongyang -

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-Un, melarang warganya untuk tertawa selama 11 hari dalam rangka memperingati hari kematian sang ayah, Kim Jong-Il. Tak hanya itu, warga juga dilarang menunjukkan tanda-tanda kebahagiaan selama periode berkabung tersebut.

Dilansir Daily Mail, Jumat (17/12/2021), Kim Jong-Un juga melarang warganya untuk meminum alkohol.

"Selama periode berduka, kami tidak boleh meminum alkohol, tertawa, atau terlibat dalam kegiatan rekreasi," kata seorang warga Korea Utara dari kota perbatasan timur laut Sinuiju kepada Radio Free Asia (RFA).

Selain itu, mulai 17 Desember mendatang, warga Korea Utara juga dilarang untuk pergi berbelanja. Warga juga dilarang untuk merayakan ulang tahunnya saat momen peringatan kematian Kim Jong-Il.

"Di masa lalu banyak orang yang tertangkap minum atau mabuk selama masa berkabung ditangkap dan diperlakukan sebagai penjahat ideologis. Mereka dibawa pergi dan tidak pernah terlihat lagi," ungkap warga yang enggan disebutkan namanya.

"Bahkan jika anggota keluarga Anda meninggal selama masa berkabung, Anda tidak diperbolehkan menangis dengan keras dan jenazah harus dibawa keluar setelah selesai. Orang-orang bahkan tidak bisa merayakan ulang tahun mereka sendiri jika mereka jatuh dalam masa berkabung," imbuhnya.

Sumber lain, seorang penduduk provinsi barat daya Hwanghae Selatan, mengatakan petugas polisi diberitahu untuk mengawasi orang-orang yang tidak terlihat bersedih selama masa berkabung.

"Dari hari pertama Desember, mereka akan memiliki tugas khusus untuk menindak mereka yang merusak suasana berkabung kolektif'Ini tugas khusus polisi selama sebulan. Saya mendengar bahwa aparat penegak hukum tidak bisa tidur sama sekali," tutur dia.

Sumber itu juga menambahkan bahwa kelompok warga dan perusahaan milik negara telah diperintahkan untuk merawat mereka yang miskin selama masa berkabung, ketika negara itu bergulat dengan krisis pangan.

"Ketertiban dan keamanan sosial harus dipastikan, sehingga perusahaan bertanggung jawab mengumpulkan makanan untuk diberikan kepada penduduk dan karyawan yang tidak dapat datang bekerja karena kekurangan makanan. Warga juga harus bekerja sama untuk membantu kotjebi (pengemis jalanan Korea Utara)," ungkapnya.

Kim Jong Il meninggal karena serangan jantung pada 17 Desember 2011 pada usia 69 tahun, setelah memerintah negara itu selama 17 tahun dalam kediktatoran yang brutal dan represif.

Sementara masa berkabung yang diadakan setiap tahun untuk Kim Jong Il biasanya 10 hari, tahun ini akan menjadi 11 hari untuk menandai ulang tahun kesepuluh kematiannya.

Kim Jong Il memimpin Korea Utara dari tahun 1994 hingga kematiannya pada 2011. Bangku kepemimpinannya kemudian diserahkan kepada putranya, Kim Jong-Un.

(mae/zap)