Bentrok Pasukan Junta-Pemberontak, Ratusan Warga Myanmar Lari ke Thailand

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 16 Des 2021 18:40 WIB
Residents look on as soldiers block a road after arriving to arrest railway staff involved in the Civil Disobedience Movement (CDM), in protest over the military coup, at Mahlwagone Railway Station in Yangon on March 10, 2021. (Photo by STR / AFP)
ilustrasi tentara Myanmar (Foto: AFP/STR)
Jakarta -

Ratusan penduduk desa di Myanmar telah melarikan diri ke Thailand setelah pasukan junta militer bentrok dengan kelompok pemberontak etnis.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Kamis (16/12/2021), pertempuran antara kelompok pemberontak Karen National Union (KNU) dan militer pecah pada hari Rabu (15/12) di kota Lay Kay Kaw, dekat perbatasan Thailand - bentrokan pertama dalam beberapa bulan.

Pada hari Kamis ini, foto-foto oleh media lokal menunjukkan puluhan orang berbaris untuk menyeberangi sungai yang merupakan bagian dari perbatasan.

Seorang pejabat pemerintah Thailand di provinsi Tak yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan kepada AFP, bahwa 700 orang telah melintasi perbatasan, dan akan diberikan makanan dan tempat tinggal.

Naw K'nyaw Paw, Sekretaris Jenderal di Organisasi Wanita Karen, mengatakan kepada AFP bahwa lebih dari 1.000 warga Myanmar telah diizinkan untuk menyeberang setelah para pemimpin masyarakat bernegosiasi dengan pihak berwenang Thailand.

"Saya mendengar tembakan senjata ringan dan artileri berat," kata seorang warga lokal dari sebuah desa dekat Lay Kay Kaw.

"Lebih banyak orang telah tiba di desa kami dan ada sekitar 3.000 orang yang bersembunyi di sini sekarang," imbuhnya.