AS Berlakukan Sanksi HAM untuk China, Myanmar dan Korut!

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 12 Des 2021 15:14 WIB
Menlu AS 2001-2005, Colin Powell menghembuskan nafas terakhir, Senin (18/10) pada usia 84. Amerika pun mengibarkan bendera setangah tiang. Bagaimana sosoknya?
Ilustrasi bendera AS (Foto: AP/Udo Weitz)
Jakarta -

Amerika Serikat memberlakukan sanksi hak asasi manusia (HAM) terhadap belasan orang dan entitas yang terkait dengan China, Myanmar, Korea Utara, dan Bangladesh. Perusahaan intelijen China SenseTime Group juga ditambahkan ke 'daftar hitam' investasi.

Kanada dan Inggris bergabung dengan Amerika Serikat dalam menjatuhkan sanksi terkait pelanggaran hak asasi manusia di Myanmar. Sementara di bawah kepemimpinan Joe Biden. AS memberlakukan sanksi pertama kepada Korut. AS juga menargetkan entitas militer Myanmar terkait HAM.

"Tindakan kami hari ini, terutama yang bermitra dengan Inggris dan Kanada, mengirimkan pesan bahwa demokrasi di seluruh dunia akan bertindak melawan mereka yang menyalahgunakan kekuasaan negara hingga menimbulkan penderitaan dan penindasan," kata Wakil Menteri Keuangan AS, Wally Adeyemo dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters dan The Straits Time, Minggu (12/12/2021).

Tanggapan China Soal Sanksi HAM AS

Kedutaan Besar China di Washington mengecam sanksi HAM AS sebagai bentuk "campur tangan serius dalam urusan dalam negeri China" dan "pelanggaran berat terhadap norma-norma dasar yang mengatur hubungan internasional".

Juru bicara Kedubes China, Liu Pengyu, mengatakan sanksi itu akan "membahayakan hubungan China-AS" dan mendesak Washington untuk membatalkan keputusan tersebut.

Di hari yang sama, Departemen Keuangan menambahkan Perusahaan intelijen China SenseTime Group ke 'daftar hitam' investasi. Perusahaan itu dituduh mengembangkan program pengenalan wajah yang dapat menentukan etnis target, dengan fokus khusus pada mengidentifikasi etnis Uighur.

China menyangkal pelanggaran di Xinjiang, tetapi pemerintah AS dan banyak kelompok hak asasi mengatakan Beijing melakukan genosida di sana.

Sanksi HAM Terhadap Myanmar

Departemen Keuangan mengatakan pihaknya juga menjatuhkan sanksi pada dua entitas militer Myanmar dan sebuah organisasi yang menyediakan cadangan untuk militer. Direktorat Industri Pertahanan, salah satu entitas yang ditargetkan, membuat senjata untuk militer dan polisi yang telah digunakan dalam tindakan keras terhadap penentang kudeta militer 1 Februari lalu.

Departemen Keuangan juga menargetkan sanksi terhadap empat menteri kepala daerah, termasuk Myo Swe Win, yang mengepalai pemerintahan junta di wilayah Bago di mana diperkirakan ada82 orang tewas dalam satu hari di bulan April.

Kanada juga memberlakukan sanksi terhadap empat entitas yang berafiliasi dengan pemerintah militer Myanmar, sementara Inggris memberlakukan sanksi baru terhadap militer.

Lihat juga Video: China Sebut Boikot Diplomatik Olimpiade Beijing oleh AS Cs 'Lelucon'

[Gambas:Video 20detik]