Israel Bangun 'Tembok Besi' di Perbatasan Gaza, Ada Sensor Bawah Tanah

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 08 Des 2021 12:39 WIB
Israeli soldiers walk by the fence along the border with the Gaza Strip in southern Israel (MENAHEM KAHANA/AFP)
Tentara Israel berjaga di pembatas di sepanjang perbatasan Gaza (MENAHEM KAHANA/AFP)
Tel Aviv -

Otoritas Israel mengumumkan pembangunan pembatas di sepanjang perbatasan Gaza telah diselesaikan. Pembatas yang disebut sebagai 'tembok besi' itu dilengkapi dengan sensor bawah tanah, radar dan kamera untuk menangkal ancaman-ancaman.

Israel telah mempertahankan blokade terhadap Gaza sejak tahun 2007, ketika kelompok Hamas mengambil alih kekuasaan atas wilayah tersebut. Blokade Israel itu membatasi dengan ketat aliran barang dan orang yang keluar-masuk wilayah Gaza yang dihuni 2 juta jiwa.

Seperti dilansir AFP, Rabu (8/12/2021), Kementerian Pertahanan Israel dalam pernyataannya menyebut pembatas sepanjang 65 kilometer itu telah selesai setelah pembangunannya selama 3,5 tahun terakhir.

Disebutkan Kementerian Pertahanan Israel bahwa pembatas itu mencakup 'pembatas bawah tanah dengan sensor', pagar cerdas setinggi enam meter, radar, kamera dan sistem pemantauan maritim.

Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz, menyatakan bahwa struktur pembatas itu 'menempatkan tembok besi... antara organisasi teror (Hamas-red) da para penduduk (Israel bagian selatan)'.

Dalam konflik terbaru antara Israel dan Hamas pada Mei lalu, kelompok militan Palestina itu meluncurkan ribuan roket ke arah Israel, yang direspons dengan ratusan serangan udara Israel. Lebih dari 240 orang dilaporkan tewas di Gaza, sedangkan 12 orang lainnya tewas di Israel dalam pertempuran selama 11 hari.

Namun Israel juga memperingatkan bahwa warganya bisa menghadapi ancaman tambahan dari Hamas, yang disebut berupaya menyusup ke wilayah Israel melalui terowongan bawah tanah di Gaza.