Jarang Terjadi, China Pulangkan Tersangka Pembunuhan Taiwan

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 19:02 WIB
China memperingatkan kemerdekaan Taiwan berarti perang usai gelar latihan tempur
Ilustrasi (dok. BBC)
Beijing -

Otoritas China akan memulangkan seorang tersangka kasus pembunuhan asal Taiwan yang kabur ke daratan utama bulan lalu. Pemulangan tersangka pembunuhan ini menjadi wujud kerja sama langka antara China dan Taiwan yang tengah bersitegang.

Seperti dilansir AFP, Selasa (7/12/2021), tersangka yang diidentifikasi bermarga Huang itu, diketahui kabur ke kota Xiamen, China bagian tenggara, bulan lalu setelah diduga menembak mati seorang pria di New Taipei.

Kantor Urusan Taiwan di China menyatakan bahwa Kepolisian Xiamen memutuskan untuk memulangkan Huang ke Taiwan setelah dia mengakui tindak kejahatannya.

Disebutkan bahwa langkah pemulangan tersangka pembunuhan ini akan mendorong upaya-upaya dalam memerangi tindak kejahatan dan 'menjaga ketertiban' dalam hubungan antara kedua pihak.

Belum diketahui secara pasti waktu pemulangan atau ekstradisi tersangka pembunuhan itu.

Laporan media Taiwan menyebut Huang terjebak di sebuah hotel sejak kabur ke China, yang mewajibkan semua pelancong menjalani karantina selama 14 hari setibanya di sana.

China mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya yang harus direbut suatu hari nanti, dengan paksa jika diperlukan. Situasi itu memperumit upaya penegakan hukum, dan selama bertahun-tahun, sejumlah penjahat paling diburu di Taiwan kabur ke China untuk menghindari proses hukum.

Pemerintah Taiwan yang lebih bersahabat dengan China menandatangani kesepakatan pemberantasan kejahatan dengan otoritas China tahun 2009, yang menyepakati bahwa kepolisian kedua pihak bisa memulangkan tersangka ke wilayah masing-masing.

Namun China memutus komunikasi resmi dan meningkatkan tekanan terhadap Taiwan sejak Presiden Tsai Ing-wen menjabat -- dan menolak sikap China bahwa Taiwan adalah bagian wilayahnya.

(nvc/ita)