Dihajar Corona, Belanda Kerahkan Militer Bantu RS yang Kewalahan

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 14:23 WIB
Langkah lockdown untuk memerangi penyebaran virus corona telah diterapkan di sejumlah negara. Indonesia rencananya akan menerapkan sistem lockdown seperti Belanda.
Ilustrasi (dok. AP/Peter Dejong)
Amsterdam -

Perjuangan memerangi pandemi virus Corona (COVID-19) masih panjang. Belanda kembali mengerahkan tentaranya untuk membantu operasional rumah sakit saat jumlah kasus baru Corona meningkat dan tempat tidur di rumah sakit (RS) banyak terisi.

Seperti dilansir AFP, Senin (7/12/2021), dengan dibantu 50 personel militer dengan latar belakang medis, rumah sakit UMC Utrecht membuka unit perawatan kedua yang bisa menampung pasien Corona dari berbagai wilayah Belanda.

"Apa yang coba kami lakukan di sini adalah meningkatkan jumlah tempat tidur perawatan yang kami miliki untuk pasien COVID," ucap koordinator bantuan militer Belanda, Martin van Dijk, kepada AFP.

"Dengan itu, militer berupaya mendukung rumah-rumah sakit Belanda untuk memastikan bahwa tidak ada rumah sakit yang menolak pasien, pada dasarnya," imbuhnya.

Ini merupakan kedua kalinya militer dikirimkan untuk membantu rumah-rumah sakit di wilayah Belanda bagian tengah. Momen pertama pengerahan militer dilakukan pada Oktober 2020 hingga Juni tahun ini.

Namun pertarungan saat ini lebih sulit daripada sebelumnya.

Meskipun tingkat vaksinasi tinggi dan pembatasan Corona semakin ketat, termasuk adanya penutupan semua toko, bar dan restoran mulai pukul 17.00 waktu setempat, jumlah kasus Corona terus melonjak bahkan hingga mencetak rekor lebih dari 20.000 kasus dalam sehari.

Lihat juga Video: Deteksi Varian Omicron, Pelancong dari Afrika Selatan Diminta Tes

[Gambas:Video 20detik]




Pemerintah Belanda memperingatkan bahwa rumah-rumah sakit mulai kewalahan, dengan 2.143 pasien Corona kini dirawat di rumah sakit, termasuk 611 pasien dirawat di unit perawatan intensif (ICU) -- mencapai 59 persen dari seluruh tempat tidur ICU.

Operasi yang tidak mendesak dibatalkan di berbagai rumah sakit setempat dan bahkan sejumlah prosedur mendesak ditunda karena pasien COVID-19 memenuhi tempat tidur perawatan.

"Saya sangat bangga berada di sini dan memimpin orang-orang yang membuat perbedaan dengan para pasien secara langsung," ucap Van Dijk.

(nvc/ita)