Corona Melonjak Lagi, Prancis Bakal Tutup Kelab Malam 4 Pekan

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 03:43 WIB
Corona Viruses against Dark Background
Ilustrasi Corona (Foto: Getty Images/loops7)
Paris -

Prancis bakal menutup kelab malam selama empat pekan. Penutupan yang akan dimulai pekan ini dilakukan untuk melawan lonjakan kasus Corona yang membuat rumah sakit di negara ini kembali terisi pasien COVID-19.

Dilansir dari AFP, Selasa (7/12/2021), Perdana Menteri Prancis, Jean Castex, mengatakan pengaturan jarak dan penggunaan masker lebih ketat juga akan diterapkan di sekolah-sekolah. Sebab, kata dia, Prancis waspada menghadapi gelombang kelima virus Corona.

"Kita semua memiliki kecenderungan untuk menurunkan kewaspadaan kita dalam beberapa pekan terakhir," kata Castex, yang baru saja keluar dari karantina pekan lalu setelah tertular Corona.

Dia menyebut pemerintah menahan diri untuk memberlakukan tindakan yang lebih ketat untuk masyarakat umum atau yang tidak divaksinasi pada khususnya. Castex mendorong perusahaan-perusahaan untuk bekerja dari rumah agar tidak terjadi interaksi sosial berlebih di kantor sebagai upaya mencegah lonjakan pada liburan akhir tahun.

Castex mengatakan kartu kesehatan sebagai bukti telah divaksin COVID-19 perlu ditunjukkan ketika warganya hendak makan di zona khusus di pasar Natal luar ruangan.

"Situasinya menuntut individu serta upaya kolektif," ucapnya.

"Tapi ini bukan lagi waktunya untuk penguncian," tambahnya.

Lebih jauh, dia menyebut vaksinasi di Prancis sudah hampir 90 persen dari populasi. Menurutnya, jika disetujui oleh badan penasihat kesehatan Prancis, vaksinasi akan segera diperluas untuk anak-anak berusia 5 hingga 12 tahun.

"Sementara orang yang berusia 65 tahun ke atas tidak perlu lagi membuat janji untuk mendapatkan suntikan penguat COVID dan cukup berjalan ke klinik atau apotek," imbuhnya.

Simak juga 'Corona di Prancis Menggila, Pemerintah Dorong Pemberian Vaksin Booster':

[Gambas:Video 20detik]



(fas/fas)