AS Bersumpah Akan Cegah Rusia Invasi Ukraina

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 04 Des 2021 14:30 WIB
President Joe Biden speaks about reaching 300 million COVID-19 vaccination shots, in the State Dining Room of the White House, Friday, June 18, 2021, in Washington. (AP Photo/Evan Vucci)
Joe Biden (dok. AP Photo/Evan Vucci)

Tahun 2014 lalu, Rusia mencaplok Crimea dari Ukraina dan sejak saat itu mendorong separatis pro-Moskow yang terlibat konflik di Ukraina bagian timur. Konflik itu dilaporkan telah menewaskan lebih dari 13 ribu orang sejauh ini.

Sementara itu, laporan media terkemuka AS, The Washington Post, yang mengutip sejumlah pejabat AS dan dokumen intelijen AS menyebut Rusia tengah merencanakan serangan multi-front ke Ukraina yang akan melibatkan sedikitnya 175.000 tentara paling cepat awal tahun depan.

Menurut laporan The Washington Post, pasukan militer Rusia kini berkumpul di empat titik berbeda, dengan 50 kelompok taktis medan tempur dikerahkan sebagai tambahan untuk pengerahan tank dan artileri. Laporan The Washington Post itu didasarkan pada dokumen intelijen AS yang sudah tidak dirahasiakan.

Dengan mengutip sejumlah sumber, The Washington Post menyebut pergerakan dari dan ke perbatasan dimaksudkan membuat gerakan taktis menjadi samar dan memicu ketidakpastian situasi.


(nvc/idh)