Rusia Tahan 3 Mata-mata Ukraina, Salah Satunya Rencanakan Serangan Teroris

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 02 Des 2021 16:34 WIB
Ilustrasi penjara
Ilustrasi (dok. Getty Images/iStockphoto/Fahroni)
Moskow -

Otoritas Rusia menyatakan pihaknya telah menahan tiga mata-mata Ukraina, dengan salah satunya merencanakan serangan teroris. Penahanan mata-mata Ukraina ini terjadi di tengah ketegangan yang meningkat dalam konflik dengan separatis pro-Rusia di Ukraina Timur.

Seperti dilansir AFP, Kamis (2/12/2021), dinas intelijen domestik Rusia, FSB, tidak menjelaskan lebih lanjut kapan dan di mana ketiga mata-mata Ukraina itu ditahan. Hanya disebutkan bahwa dua terduga mata-mata, yang merupakan ayah dan anak, adalah agen-agen dinas keamanan Ukraina, SBU.

"(Keduanya) Bepergian ke Rusia untuk mengumpulkan informasi dan mengambil foto-foto dan video-video dari perusahaan-perusahaan strategis penting dan objek infrastruktur transportasi," demikian pernyataan FSB.

Menurut FSB, pasangan ayah dan anak warga Ukraina itu mengaku direkrut oleh SBU yang menawari mereka bayaran sebesar US$ 10 ribu.

Satu mata-mata lainnya, yang juga warga Ukraina, disebut berencana untuk melakukan sebuah serangan. FSB menyebut mata-mata ketiga itu 'direkrut dan bertindak atas instruksi' seorang pejabat tinggi intelijen Ukraina.

"Serangan direncanakan akan dilakukan dengan meledakkan dua peledak rakitan dengan berat total 1,5 kilogram yang setara dengan TNT," sebut FSB dalam pernyataannya.

Tidak disebutkan secara spesifik di mana atau kapan rencana serangan itu akan dilakukan.