9 Kasus Omicron Terdeteksi, Korsel Cetak Rekor Lonjakan-Kematian Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 04 Des 2021 13:36 WIB
Electric screens about precautions against the illness COVID-19 are seen in a subway train in Seoul, South Korea, Sunday, Feb. 23, 2020. South Koreas president said Sunday that he was putting his country on its highest alert for infectious diseases and ordered officials to take
Ilustrasi -- Situasi pandemi Corona di Korsel (dok. AP Photo)
Seoul -

Korea Selatan (Korsel) kembali mencetak rekor tertinggi untuk lonjakan dan kematian akibat virus Corona (COVID-19) dalam sehari. Rekor ini tercatat saat negara ini mengonfirmasi total sembilan kasus varian baru Omicron terdeteksi di wilayahnya.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (4/12/2021), Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) mengumumkan bahwa 5.352 kasus Corona dan 70 kematian tercatat dalam 24 jam terakhir. Angka-angka itu mencetak rekor tertinggi untuk tambahan kasus dan kematian harian di Korsel sejak awal pandemi.

Pada Jumat (3/12) waktu setempat, pemerintah Korsel mengumumkan pengetatan aturan Corona untuk warganya, dengan setiap orang yang mengunjungi restoran, bioskop dan tempat-tempat umum lainnya wajib menunjukkan bukti vaksinasi.

Otoritas setempat juga memperketat batasan untuk acara perkumpulan privat menjadi maksimum enam orang untuk di wilayah Seoul dan sekitarnya, dari tadinya maksimum 10 orang. Untuk wilayah lainnya di luar Seoul, batasannya diperketat menjadi delapan orang, dari tadinya 12 orang.

Pengetatan aturan itu berlaku mulai Senin (6/12) mendatang.

Data terbaru KDCA juga menyebut bahwa angka rawat inap di rumah sakit meningkat pesat karena dipicu kasus-kasus Corona yang para, dengan jumlah pasien Corona yang kondisinya serius dan kritis mencapai 752 orang hingga Jumat (3/12) waktu setempat.

Sementara itu, untuk varian Omicron, Korsel juga mengonfirmasi tiga kasus baru di wilayahnya. Dengan demikian, total sudah sembilan kasus varian Omicron yang terkonfirmasi di negara ini.

Simak juga Video: Kemenhub Belum Tambah Daftar Negara yang Dilarang Masuk ke RI

[Gambas:Video 20detik]