Taliban Sebut 9 Tentara Iran Tewas-Luka dalam Baku Tembak di Perbatasan

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 12:41 WIB
Taliban fighters patrol as two Traffic policemen stand, left, in Kabul, Afghanistan, Thursday, Aug. 19, 2021. The Taliban celebrated Afghanistans Independence Day on Thursday by declaring they beat the United States, but challenges to their rule ranging from running a country severely short on cash and bureaucrats to potentially facing an armed opposition began to emerge. (AP Photo/Rahmat Gul)
Ilustrasi -- Petempur Taliban di Afghanistan (dok. AP/Rahmat Gul)

Ayobi menambahkan bahwa satu petempur Taliban mengalami luka-luka. Sedangkan aktivis sipil setempat, Sabrina Zory, menuturkan bahwa setidaknya lima polisi Iran tewas.

Zory menyebut bentrokan pecah saat petempur Taliban mencegat truk bahan bakar melintasi Borjak. "Setelah pertempuran dimulai, Taliban masuk wilayah Iran, dan petempur Taliban mampu merebut tiga pos pemeriksaan (Iran). Menurut laporan dari Taliban setempat yang terlibat pertempuran lintas perbatasan ini, lima polisi perbatasan Iran tewas," sebutnya.

Otoritas Iran tidak mengonfirmasi jumlah korban dalam bentrokan dengan Taliban tersebut.

Komandan Taliban di distrik Konjak, Nimroz, Qiam Mawlawi, menyebut bentrokan itu dipicu oleh pihak Iran. "Kami merespons perilaku mereka. Saat ini situasinya telah kembali normal, tapi kami dalam keadaan siaga," imbuhnya.

Sementara laporan media Iran menyebut bentrokan itu dipicu oleh perselisihan antar warga dan membantah adanya perebutan pos pemeriksaan di perbatasan. Warga setempat bahkan menyebut petempur Taliban melintasi perbatasan dan masuk ke wilayah Iran.

Sebelumnya, seperti dilansir AFP, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, menyebut bahwa 'perselisihan perbatasan antara penduduk' di daerah tersebut telah memicu insiden itu. Namun dia tidak menyebut lebih lanjut soal keterlibatan Taliban dalam insiden itu.

Iran termasuk dalam sekelompok negara yang masih membuka Kedutaannya di Kabul setelah Taliban mengambil alih kekuasaan di Afghanistan pada pertengahan Agustus lalu. Namun ketegangan di perbatasan, yang menjadi rute penyelundupan dan perdagangan manusia secara aktif, telah menjadi masalah sejak lama.


(nvc/idh)