Ngeri Penambahan Kasus Corona di Afsel Usai Varian Omicron Terdeteksi

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 02 Des 2021 20:43 WIB
Virus Corona varian Omicron tengah menjadi sorotan dunia. Varian ini diketahui pertama kali terdeteksi di benua Afrika, salah satunya Afrika Selatan.
Melacak Jejak Varian Omicron yang Pertama Kali Terdeteksi di Afrika (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Sejak varian baru COVID-19, Omicron ditemukan di Afrika Selatan (Afsel), negara itu terus melaporkan penambahan kasus COVID. Sejak ada varian itu, kasus positif naik dua kali lipat dari biasanya.

Dilansir Associated Press, Kamis (2/12/2021), data terbaru otoritas Afrika Selatan menunjukkan 8.561 kasus Corona terdeteksi dalam sehari, sepanjang Rabu (1/12) waktu setempat. Angka itu melonjak drastis dari 4.373 kasus Corona dalam sehari pada Selasa (30/11) waktu setempat.

Para ilmuwan di Afrika Selatan menyatakan mereka bersiap menghadapi peningkatan pesat kasus Corona usai terdeteksinya varian Omicron di negara tersebut.

"Ada kemungkinan bahwa kita benar-benar akan melihat kenaikan serius hingga dua kali lipat atau tiga kali lipat kasus saat kita berlanjut atau saat pekan ini berjalan," ucap pakar virologi regional pada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr Nicksy Gumede-Moeletsi, kepada Associated Press.

"Ada kemungkinan bahwa kita akan melihat kenaikan cepat dalam jumlah kasus yang diidentifikasi di Afrika Selatan," imbuhnya.

Penyebab Kenaikan Kasus Diteliti

Lonjakan kasus Corona di Afrika Selatan sebelumnya, yang dipicu varian Delta, terjadi pada Juni dan Juli. Saat itu tercatat tambahan kasus melonjak hingga melebihi 20.000 kasus dalam sehari. Dengan total populasi 60 juta jiwa, Afrika Selatan mencatat lebih dari 2,9 juta kasus Corona, termasuk nyaris 90.000 kematian.

Masih terlalu dini untuk memastikan bahwa varian Omicron bertanggung jawab atas kenaikan drastis jumlah kasus harian Corona di Afrika Selatan, namun para pakar setempat menilai hal itu sangat mungkin terjadi.

Tes PCR standar bisa menunjukkan kasus positif Corona yang disebabkan varian Omicron, tapi hanya pengurutan genetik penuh yang bisa mengonfirmasinya. Laboratorium di Afrika Selatan dan Botswana segera melakukan pengurutan genom untuk mempelajari kasus-kasus varian Omicron demi melihat apakah varian itu secara signifikan lebih menular, menyebabkan kasus Corona yang lebih serius atau apakah bisa menghindari perlindungan vaksin.

"Data yang kita miliki saat ini masih sangat terbatas. Jadi ada begitu banyak karakteristik tambahan dari virus ini yang masih sibuk dipelajari para peneliti, salah satunya adalah penularannya. Keparahan juga diselidiki," ucap Gumede-Moeletsi.

Jumlah rawat inap untuk pasien Corona juga meningkat di Afrika Selatan, tapi tidak sedramatis tambahan kasus baru.

Simak selengkapnya di halaman berikut

Saksikan video 'Suasana Bandara Afsel Usai Dicekal Sejumlah Negara Imbas Varian Omicron':

[Gambas:Video 20detik]