Delegasi AS Bertemu Perwakilan Taliban di Qatar, Bahas Apa?

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 09:50 WIB
Usai kuasai Afghanistan, Taliban kini hadapi ancaman serangan Islamic State Khorasan (IS-K). serangan demi serangan pun telah dilakukan IS-K di Afghanistan.
Ilustrasi (dok. AP Photo)
Doha -

Delegasi Amerika Serikat (AS) yang dipimpin utusan khusus untuk Afghanistan, Thomas West, kembali bertemu dan menggelar pembicaraan dengan sejumlah perwakilan senior Taliban di Qatar. Pertemuan itu digelar selama dua hari pada awal pekan ini.

Apa saja yang dibahas dalam pertemuan terbaru itu?

Seperti dilansir Reuters, Rabu (1/12/2021), Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataannya menyebut pembicaraan delegasi AS dengan perwakilan senior Taliban itu digelar pada Senin (29/11) dan Selasa (30/11) waktu setempat.

Disebutkan bahwa kedua pihak membahas respons masyarakat internasional terhadap krisis kemanusiaan di Afghanistan, dan delegasi AS berjanji untuk terus mendukung upaya-upaya Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dalam mengatasi situasi terkini.

"(Para pejabat AS) Menyampaikan keprihatinan mendalam terkait tuduhan pelanggaran hak asasi manusia dan mendesak Taliban untuk melindungi hak-hak seluruh warga Afghanistan, menegakkan kebijakan amnesti umum dan mengambil langkah-langkah tambahan untuk membentuk pemerintahan yang inklusif dan representatif," demikian pernyataan Departemen Luar Negeri AS.

Dalam pertemuan itu, menurut Departemen Luar Negeri AS, para pejabat AS juga mendesak Taliban untuk menerapkan komitmen dalam memberikan akses pendidikan di seluruh wilayah Afghanistan pada semua tingkatan untuk wanita dan anak perempuan.

"Taliban menyatakan keterbukaan untuk terlibat dengan masyarakat internasional soal akses penuh pada pendidikan dan menyambut baik upaya-upaya untuk memverifikasi dan memantau kemajuan untuk mengizinkan wanita dan anak perempuan bersekolah di semua tingkatan," imbuh pernyataan tersebut.

Delegasi AS yang hadir dalam pertemuan dengan Taliban itu disebut juga mencakup perwakilan-perwakilan dari komunitas intelijen, Departemen Keuangan dan badan bantuan internasional AS, USAID. Sedangkan para 'profesional teknokrat' juga ikut hadir dari pihak Afghanistan.

(nvc/ita)