Barbados Resmi Jadi Republik, Ratu Elizabeth II Dicopot

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 12:59 WIB
Dame Sandra Mason attends the presidential inauguration ceremony at on November 29, 2021 in Bridgetown, Barbados (JEFF J MITCHELL GETTY IMAGES NORTH AMERICA/AFP)
Dame Sandra Mason menghadiri pelantikannya sebagai Presiden pertama Barbados setelah negara itu menetapkan diri sebagai republik (JEFF J MITCHELL GETTY IMAGES NORTH AMERICA/AFP)
Bridgetown -

Barbados secara resmi menetapkan diri sebagai republik pada Senin (29/11) tengah malam waktu setempat. Negara kepulauan Karibia ini juga mencopot Ratu Inggris Elizabeth II sebagai kepala negara, dalam seremoni khidmat yang dihadiri Putra Mahkota Inggris, Pangeran Charles, pada Selasa (30/11).

Seperti dilansir AFP, Selasa (30/11/2021), menyimbolkan serah terima bersejarah, bendera Royal Standard yang mewakili Ratu Elizabeth II diturunkan dalam seremoni pelantikan Gubernur Jenderal Dame Sandra Mason sebagai Presiden pertama Barbados.

"Saya, Sandra Prunella Mason, bersumpah bahwa saya akan setia dan memiliki kesetiaan sejati pada Barbados sesuai hukum, bantu saya Tuhan," ucap Mason saat membaca sumpah jabatannya sebagai Presiden Barbados.

Era baru bagi negara dengan penduduk 285.000 jiwa ini mengakhiri pengaruh Inggris selama berabad-abad, termasuk saat perbudakan selama lebih dari 200 tahun hingga tahun 1834.

Jam malam yang diberlakukan sejak lama selama pandemi virus Corona (COVID-19) ditangguhkan sementara demi memberikan kesempatan warga Barbados untuk merayakan penetapan itu, yang mencakup pertunjukan kembang api yang menandai transisi bersejarah ini.

"Saya ingat di masa lalu kita akan sangat bersemangat soal Ratu dan Pangeran Charles dan Putri Diana dan pernikahan kerajaan," ucap Anastasia Smith (61) yang berprofesi sebagai perawat, kepada AFP.

Simak video 'Rihanna Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional Barbados':

[Gambas:Video 20detik]