AS Puji Afsel soal Cepatnya Deteksi Varian Omicron, Sindir China?

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Minggu, 28 Nov 2021 09:26 WIB
Virus In Red Background - Microbiology And Virology Concept
ilustrasi virus corona (Foto: Getty Images/iStockphoto/loops7)
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) memuji tindakan cepat pemerintah Afrika Selatan yang berhasil mengidentifikasi varian baru COVID-19 yang disebut Omicron dan menginformasikan temuan tersebut secara langsung ke seluruh dunia. Pujian ini tampak bagai sindiran untuk China terkait penanganannya terhadap asal-usul COVID-19.

Pujian itu diungkapkan melalui Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken terhadap Menteri Hubungan dan Kerja Sama Internasional Afrika Selatan, Naledi Pandor. Dalam pertemuan itu, kedua pihak juga membahas kerja sama dalam memvaksinasi orang-orang di Afrika.

"Blinken secara khusus memuji para ilmuwan Afrika Selatan atas identifikasi cepat varian Omicron dan pemerintah Afrika Selatan atas transparansinya dalam membagikan informasi ini, yang seharusnya menjadi model bagi dunia," kata pernyataan yang disampaikan Departemen Luar Negeri AS, seperti dilansir AFP, Minggu (28/11/2021).

Sebelumnya, Amerika Serikat berulang kali mengkritik sikap China karena tidak mengungkapkan dengan jelas bagaimana asal usul virus corona, yang pertama kali terdeteksi pada Desember 2019 di kota Wuhan, China sebelum menyebar ke seluruh dunia. Sekarang sebaran virus tersebut telah membunuh hampir 5,2 juta orang di seluruh dunia.

Pada bulan Agustus lalu, komunitas intelijen AS merilis sebuah laporan yang mengatakan bahwa mereka tidak dapat mencapai kesimpulan tegas tentang asal usul virus Corona - apakah berasal dari hewan atau skenario di laboratorium penelitian. Laporan itu disampaikan lantaran China tidak membantu dalam penyelidikan AS.

AS juga menuduh China terlalu lama diam sebelum membagikan informasi penting tentang virus corona. AS mengatakan bahwa penanganan yang lebih transparan dapat membantu menghentikan penyebaran virus corona.

Setelah laporan AS dikeluarkan, Biden juga angkat suara dengan menuduh China menghalangi proses penyelidikan.

"Dunia layak mendapat jawaban, dan saya tidak akan beristirahat sampai kita mendapatkannya," kata Biden dalam sebuah pernyataan setelah laporan itu diterbitkan.

"Negara yang bertanggung jawab tidak melalaikan tanggung jawab semacam ini ke seluruh dunia." sindir Biden.

Masalah pandemi jadi salah satu dari sekian alasan tegangnya hubungan AS dan China. Keduanya juga berbenturan terkait masalah perdagangan, hak asasi manusia, Taiwan, dan lain sebagainya.

Simak video 'RS di Afsel Siaga Hadapi Mutasi Baru Virus Covid-19 Varian Omicron':

[Gambas:Video 20detik]



(izt/imk)