Afrika Selatan Protes, Merasa Dihukum karena Cepat Deteksi Omicron

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 27 Nov 2021 19:50 WIB
Corona Viruses against Dark Background
Foto: Getty Images/loops7
Jakarta -

Pemerintah Afrika Selatan memprotes keputusan negara-negara di dunia yang melarang penerbangan dari negara itu, menyusul ditemukannya varian baru COVID-19.

Pemerintah Afrika Selatan menyatakan negaranya "dihukum" karena mendeteksi varian baru Omicron, yang oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) disebut sebagai "varian yang menjadi perhatian" atau variant of concern, dan lebih menular daripada strain Delta yang dominan.

Keputusan sejumlah negara di seluruh dunia untuk melarang penerbangan dari Afrika selatan menyusul penemuan varian itu "sama dengan menghukum Afrika Selatan karena pengurutan genomnya yang canggih dan kemampuan untuk mendeteksi varian baru lebih cepat," kata Kementerian Luar Negeri Afrika Selatan dalam sebuah pernyataan.

"Ilmu yang luar biasa harus diapresiasi dan tidak dihukum," imbuhnya seperti diberitakan kantor berita AFP, Sabtu (27/11/2021).

Kementerian menyebutkan bahwa varian baru tersebut juga telah ditemukan di bagian lain dunia.

"Masing-masing kasus itu tidak memiliki hubungan baru-baru ini dengan Afrika Selatan, tetapi reaksi terhadap negara-negara itu sangat berbeda dengan kasus-kasus di Afrika Selatan," katanya.

Israel dan Belgia mengumumkan setelah Afrika Selatan bahwa mereka juga telah mendeteksi kasus varian Omicron.