Varian Corona Baru Asal Afrika Bikin Inggris Tutup Penerbangan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 27 Nov 2021 05:30 WIB
poster
Ilustrasi Corona (Foto: Edi Wahyono-detikcom)

Beberapa mutasi pada varian ini juga disebut sudah muncul pada varian lain yang telah terdeteksi sebelumnya. Sehingga, menurutnya, dapat memberikan pemahaman tentang kemungkinan peran mereka dalam varian baru Corona.

Misalnya, N501Y terlihat mempermudah penyebaran virus corona. Ada mutasi-mutasi lainnya yang mempersulit antibodi untuk mengenali virus dan mungkin membuat vaksin kurang efektif, tetapi ada juga sejumlah mutasi lainnya yang benar-benar baru.

Profesor Richard Lassells dari Universitas KwaZulu-Natal di Afrika Selatan, mengatakan varian ini membuat kami khawatir bahwa virus tersebut mungkin memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi, meningkatkan kemampuan untuk menyebar dari orang ke orang, tetapi mungkin juga menghindari beberapa bagian dari sistem kekebalan tubuh.

Ada banyak contoh varian yang tampak menakutkan di atas kertas, tetapi tidak menghasilkan apa-apa. Varian Beta dikhawatirkan khalayak pada awal tahun karena merupakan varian yang terbaik dalam menghindari sistem kekebalan tubuh. Tetapi pada akhirnya Delta yang menyebar lebih cepat ke seluruh dunia.

Profesor Ravi Gupta dari Universitas Cambridge mengatakan: "Beta benar-benar lolos dari sistem kekebalan tubuh dan tidak memiliki mutasi lain, Delta memiliki inefektivitas dan kekebalan sederhana dari sistem imun, sementara varian (terbaru) ini berpotensi memiliki keduanya pada derajat yang tinggi."

Studi ilmiah di laboratorium akan memberikan gambaran yang lebih jelas, tetapi jawaban justru akan datang lebih cepat dari pemantauan virus ini di dunia nyata. Varian ini juga disebut memberikan hasil yang unik (dikenal sebagai gen-S dropout) dalam tes-tes standar sehingga dapat digunakan untuk melacak varian ini tanpa melakukan analisis genetik lengkap.

Hal itu menunjukkan 90% kasus di Gauteng mungkin termasuk varian ini dan 'mungkin sudah ada di sebagian besar provinsi' di Afrika Selatan. Tetapi perkiraan ini belum memberi tahu apakah varian tersebut menyebar lebih cepat daripada Delta atau tidak.

Varian B.1.1.529 ini menimbulkan kekhawatiran signifikan meskipun masih banyak yang belum diketahui.


(haf/haf)