Varian Corona Baru Asal Afrika Bikin Inggris Tutup Penerbangan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 27 Nov 2021 05:30 WIB
poster
Ilustrasi Corona (Foto: Edi Wahyono-detikcom)

Varian terbaru virus Corona ini adalah versi dengan mutasi paling banyak yang ditemukan sejauh ini. Sedemikian panjang daftar mutasi pada varian baru ini, seorang ilmuwan menyebutnya 'mengerikan'.

Ilmuwan lainnya mengatakan ini merupakan varian terburuk yang pernah mereka lihat. Ilmuwan menyebut ini merupakan hari-hari awal dan kasus-kasus yang terkonfirmasi sebagian besar masih terpusat di satu provinsi di Afrika Selatan, meski ada indikasi kemungkinan telah menyebar lebih jauh.

Direktur Pusat Respons dan Inovasi Epidemi Afrika Selatan, Profesor Tulio de Oliveira, mengatakan ada 'konstelasi mutasi yang tidak biasa' dan 'sangat berbeda' dari varian lain yang telah menyebar.

"Varian ini memang mengejutkan kami, karena telah melalui loncatan besar dalam proses evolusi (dan) memiliki lebih banyak mutasi dari yang kami harapkan," katanya.

Dia mengatakan varian baru ini punya 50 mutasi secara keseluruhan. Lebih dari 30 di antaranya terdapat pada spike protein (taji protein).

Bagian ini adalah alat yang digunakan virus untuk membuka pintu ke sel-sel tubuh kita sekaligus yang disasar sebagian besar vaksin. Lebih lanjut, ada 10 mutasi pada bagian reseptor pengikat atau bagian dari virus yang melakukan kontak pertama dengan sel-sel tubuh manusia, jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan dua mutasi yang dimiliki varian Delta.

Mutasi sebanyak ini kemungkinan besar berasal dari satu pasien yang tidak mampu mengalahkan virus itu. Meski demikian, banyaknya mutasi tidak secara otomatis berarti itu adalah hal yang buruk. Penting untuk mengetahui apa peran dari masing-masing mutasi tersebut.

Virus ini disebut sangat berbeda dari wujud awalnya yang muncul di Wuhan, China. Itu berarti efektivitas vaksin-vaksin yang telah dikembangkan untuk mengatasi galur awal virus ini, kemungkinan akan berkurang.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.