International Updates

Kewalahan, Belanda Kirim Pasien COVID ke Jerman, AS-Taliban Akan Bahas ISIS

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 24 Nov 2021 16:32 WIB
Transferring a patient from the emergency area into the ICU
ilustrasi (Foto: Getty Images/Tempura)
Jakarta -

Otoritas Belanda pada Selasa (23/11) waktu setempat mulai membawa pasien COVID-19 ke Jerman untuk mengurangi tekanan pada rumah sakit Belanda, yang berjuang menangani lonjakan kasus virus Corona.

Seperti diberitakan Reuters dan Channel News Asia, Rabu (24/11/2021), otoritas kesehatan menyatakan, seorang pasien telah dipindahkan dengan ambulans dari Rotterdam ke sebuah rumah sakit di Bochum, yang berjarak sekitar 240 km, pada Selasa (23/11) pagi waktu setempat. Seorang lagi pasien akan menyusul dikirim ke Jerman di hari yang sama.

Jumlah pasien COVID-19 di rumah sakit Belanda telah membengkak ke level tertinggi sejak Mei dalam beberapa pekan terakhir, dan diperkirakan akan terus meningkat karena jumlah kasus infeksi melonjak ke level rekor.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Rabu (24/11/2021):

- PBB: Perang Yaman Bisa Renggut 377.000 Nyawa hingga Akhir 2021

Perang di Yaman telah berlangsung tujuh tahun dan belum juga menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Ratusan ribu nyawa telah melayang selama perang tak berkesudahan itu.

Dalam laporan yang diterbitkan pada Selasa (23/11) waktu setempat, sebuah badan PBB memperkirakan bahwa perang Yaman bisa merenggut 377.000 nyawa hingga akhir tahun 2021 ini, baik karena dampak langsung perang maupun tidak langsung.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Rabu (24/11/2021), badan PBB tersebut menyatakan hampir 60 persen kematian akan disebabkan oleh dampak tidak langsung seperti kekurangan air bersih, kelaparan dan penyakit. Disebutkan bahwa pertempuran secara langsung membunuh lebih dari 150.000 orang.

Sebagian besar dari mereka yang terbunuh oleh dampak tidak langsung perang adalah "anak-anak kecil yang sangat rentan terhadap kekurangan gizi," demikian laporan UN Development Programme (UNDP) atau Program Pembangunan PBB.

- Pacar Selebgram Gabby Petito Dipastikan Bunuh Diri

Pacar Gabby Petito, selebgram Amerika Serikat yang dibunuh beberapa bulan lalu, dipastikan bunuh diri dengan menembak kepalanya sendiri.

Hal tersebut disampaikan pengacara keluarga pemuda bernama Brian Laundrie itu pada Selasa (23/11) waktu setempat.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Rabu (24/11/2021), mayat Laundrie ditemukan pada 20 Oktober lalu di sebuah cagar alam di Florida utara. Pria berusia 23 tahun itu menghilang pada bulan September, tak lama setelah polisi mencurigainya terlibat dalam kematian kekasihnya, Petito.

"Chris dan Roberta Laundrie telah diberitahu bahwa penyebab kematian adalah luka tembak di kepala dan cara kematiannya adalah bunuh diri," kata pengacara Steven Bertolino dalam sebuah pernyataan.

- 43 Tahun Dibui Meski Tak Bersalah, Napi AS Akhirnya Bebas!

Seorang hakim di negara bagian Missouri, Amerika Serikat memerintahkan pembebasan segera seorang pria kulit hitam yang telah menghabiskan 43 tahun di penjara karena tiga pembunuhan yang tidak dia lakukan.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Rabu (24/11/2021), Kevin Strickland (62) divonis bersalah oleh dewan juri yang semuanya berkulit putih pada tahun 1979 atas tiga pembunuhan di Kansas City, Missouri, dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.