Jangan Tunda Lagi! Warga Prancis Diserukan Tinggalkan Ethiopia

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 24 Nov 2021 10:54 WIB
Amnesty: Pemberontak Tigray Memerkosa dan Memukuli Perempuan di Etiopia
pemberontak Tigray (Foto: DW (News))
Jakarta -

Pemerintah Prancis menyerukan seluruh warganya untuk segera meninggalkan Ethiopia yang dilanda perang. Seruan ini disampaikan seiring pemberontak Tigray mengklaim telah bergerak lebih dekat ke ibu kota Addis Ababa.

"Semua warga negara Prancis secara resmi didesak untuk meninggalkan negara itu tanpa ditunda lagi," kata Kedutaan Besar Prancis di Addis Ababa dalam email yang dikirim ke warga Prancis, seperti diberitakan AFP, Rabu (24/11/2021).

Dalam email itu disebutkan, staf kedutaan mengambil langkah-langkah untuk memfasilitasi keberangkatan warga dengan memesan kursi pada penerbangan komersial dan akan "jika perlu" mengatur penerbangan charter.

Sebelumnya, sejumlah negara termasuk Amerika Serikat dan Inggris telah mengeluarkan imbauan serupa dalam beberapa pekan terakhir, dan juga menarik para staf kedutaan non-esensial.

Seorang pejabat Kedutaan Besar Prancis mengatakan mungkin akan ada beberapa keberangkatan "sukarela" staf kedutaan, terutama mereka yang memiliki keluarga.

Ethiopia Utara telah dilanda konflik sejak November 2020 ketika Perdana Menteri Abiy Ahmed mengirim pasukan ke wilayah Tigray untuk menggulingkan partai yang berkuasa, Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF).

Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian 2019 itu menjanjikan kemenangan cepat, tetapi pada akhir Juni, TPLF telah bersatu dan merebut kembali sebagian besar wilayah Tigray termasuk ibu kota regionalnya, Mekele.