Data dan Fakta Singapura Mulai Longgarkan Pembatasan Corona

Tim detikcom - detikNews
Senin, 22 Nov 2021 06:58 WIB
Singapore, Singapore - December 22, 2013: The Merlion fountain lit up at night in Singapore.
Foto: Getty Images/Vincent_St_Thomas

2. Jumlah Rata-rata orang yang Terinfeksi

Nilai reproduksi, atau R, telah bertahan di sekitar 0,9 banding satu meskipun ada peningkatan. R adalah perkiraan rata-rata jumlah orang yang dapat terinfeksi oleh satu pasien positif COVID-19.

"Semakin banyak orang yang keluar untuk bersosialisasi dan mereka keluar dan berkeliling," kata Ong.

"Ini pertanda baik. Artinya, lebih banyak aktivitas manusia tidak mendorong penularan dan rawat inap. Artinya adalah masyarakat kita menjadi lebih tahan terhadap virus," tuturnya.

3) Jumlah Pasien dengan Kondisi Parah Turun

Jumlah pasien dengan kondisi parah menurun. Di puncak lonjakan kasus Singapura saat ini - yang terburuk sejak awal pandemi, meskipun jumlahnya telah berkurang baru-baru ini - jumlah rata-rata pasien yang dirawat di rumah sakit dan membutuhkan suplementasi oksigen atau perhatian unit perawatan intensif (ICU) adalah sekitar 420. Jumlah ini kemudian turun menjadi sekitar 370.

Dari Agustus hingga Oktober, jumlah pasien yang jatuh sakit parah, membutuhkan perawatan ICU atau sekarat juga turun dari 12 per 1.000 orang yang terinfeksi menjadi lima per 1.000.