India Tutup Sekolah di New Delhi Gegara Kabut Asap

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 17 Nov 2021 14:23 WIB
Morning haze and smog envelops the skyline in New Delhi, India, Friday, Nov. 5, 2021. New Delhis pollution crisis worsened on Sunday as air quality hit dangerous levels, a problem that rears its head every winter. (AP Photo/Altaf Qadri)
Kabut asap menyelimuti kota New Delhi di India (AP Photo/Altaf Qadri)

Komisi Pengelolaan Kualitas Udara New Delhi juga menyatakan agar setidaknya 50 persen pegawai pemerintah bekerja dari rumah dan mengimbau perusahaan-perusahaan swasta untuk menerapkan langkah serupa.

Perintah itu dirilis beberapa hari setelah pemerintah New Delhi menolak seruan Mahkamah Agung India untuk menetapkan 'lockdown polusi' -- pertama kali di India -- yang akan membatasi warga New Delhi di rumah masing-masing.

Salah satu penyumbang polusi udara pada musim dingin adalah asap dari aktivitas para petani membakar sisa panen mereka di wilayah tetangga. Namun pemerintah setempat menyatakan kepada Mahkamah Agung bahwa industri menjadi penyumbang polusi terbesar diikuti oleh populasi kendaraan dan debu.

Pekan ini, tingkat populasi udara di New Delhi atau level PM 2,5 -- partikel paling berbahaya yang menyebabkan penyakit paru-paru dan jantung kronis -- menembus angka 400 di beberapa area. Pekan lalu, levelnya mencapai 500 yang jelas lebih tinggi 30 kali lipat dari level maksimum yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Laporan Lancet tahun 2020 menyebut nyaris 17.500 orang meninggal akibat polusi udara di New Delhi sepanjang tahun 2019. Dan laporan organisasi Swiss, IQAir, tahun lalu mendapati bahwa 22 kota dari total 30 kota paling tercemar di dunia berada di India.


(nvc/ita)