Kim Jong-Un Muncul di Depan Publik Usai Diisukan Meninggal

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 16 Nov 2021 11:14 WIB
In this photo provided by the North Korean government, North Korean leader Kim Jong Un speaks during a parliament meeting in Pyongyang, North Korea Wednesday, Sept. 29, 2021. Independent journalists were not given access to cover the event depicted in this image distributed by the North Korean government. The content of this image is as provided and cannot be independently verified. (Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)
Pemimpin Korut Kim Jong-Un (Foto: Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)

Kim mengatakan Samjiyon akan menjadi pedoman untuk pembangunan pedesaan.

Kunjungan itu adalah penampilan publik pertama Kim yang dilaporkan di media pemerintah sejak ia menyampaikan pidato di sebuah pameran senjata pada 11 Oktober.

Korea Utara mengaitkan Paektu dengan pendiri negara yang merupakan kakek Kim, Kim Il Sung, yang, menurut narasi resmi, menyelamatkan Semenanjung Korea dengan serangan gerilya yang berani melawan penjajah Jepang dari markasnya di lereng gunung sebelum akhir Perang Dunia II. Korea Utara juga mengklaim bahwa ayah Kim Jong Un, Kim Jong Il, lahir di Paektu.

Sebelumnya, sebuah tabloid Amerika Serikat (AS) 'Globe' memberitakan pemimpin Kim Jong-Un telah tewas usai dikudeta oleh sang adik, Kim Yo-Jong. Namun, kabar itu dibantah dengan tegas oleh Badan Intelijen Korea Selatan (NIS).

"Kim Jong-Un Sudah Meninggal," demikian tulis tabloid tersebut. "Adik Perempuan yang Kejam Melakukan Kudeta Rahasia!" lanjutnya.

Dilansir Yonhap News Agency, Senin (25/10/2021), Globe menyebut Kim Yo-Jong melakukan kudeta antara 6 Mei dan 5 Juni, dan mencopot Kim Jong-un dari jabatannya.

Tabloid itu juga disebut memasang foto terbaru Kim Jong-Un yang tampak lebih kurus untuk menunjukkan bahwa penampilannya berbeda dari masa lalu, dengan penurunan berat badan yang substansial. Tabloid itu memberikan judul 'Digantikan oleh Penipu Kurus Ini' pada foto itu.

Namun, agen mata-mata Korea Selatan (Korsel) mengatakan bahwa laporan media tentang saudara perempuan pemimpin Korea Utara yang berhasil melakukan kudeta terhadap saudara laki-lakinya tidak benar sama sekali.

Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) menepis laporan yang mengklaim Kim Yo-Jong menggulingkan Kim Jong-un setelah kudeta. Seorang pejabat Korsel juga mengatakan laporan itu tidak benar.


(ita/ita)