Kondisi Penjara Ekuador Usai Kerusuhan Mengerikan Tewaskan 68 Napi

Mutia Safira - detikNews
Senin, 15 Nov 2021 12:04 WIB
Jakarta -

Para tentara berjaga di luar sebuah penjara di Ekuador usai kerusuhan yang menewaskan sedikitnya 68 narapidana. Pihak berwenang menyatakan telah berhasil mengamankan kembali penjara yang penuh sesak tersebut.

Dilansir dari kantor berita AFP, Senin (15/11/2021), penjara di kota Guayaquil itu dilaporkan tenang setelah para tentara dikerahkan untuk membantu petugas polisi mendirikan perimeter keamanan di sekitar penjara.

Di penjara yang sama, 119 tahanan tewas dalam kerusuhan bulan September lalu.

Insiden kali ini melibatkan pertikaian antara geng-geng yang bersaing terkait jaringan perdagangan narkoba. Foto-foto yang beredar di media sosial menunjukkan foto-foto mengerikan dari para tahanan yang memukuli dan membakar tubuh-tubuh berlumuran darah.

Pihak berwenang mengatakan mereka akhirnya dapat mengambil alih keadaan.

Kantor Presiden Ekuador, Guillermo Lasso, menyatakan penjara tersebut telah dapat dikendalikan setelah adanya campur tangan 900 petugas polisi.

Tahun ini, penjara-penjara Ekuador yang mengalami banyak kekerasan dan penuh sesak telah menyaksikan beberapa kerusuhan terburuk dalam sejarah penjara Amerika Latin. Lebih dari 320 narapidana tewas, termasuk korban kerusuhan minggu ini.

Rentetan insiden kerusuhan tersebut tetap terjadi meskipun keadaan darurat diumumkan setelah kekerasan pada September lalu.

Para pejabat setempat mengatakan bahwa insiden kekerasan terbaru dimulai ketika pemimpin salah satu geng di dalam penjara dibebaskan setelah menjalani sebagian dari hukumannya.

Geng lain kemudian memanfaatkan pembebasan tersebut untuk melancarkan serangan guna mencoba menghancurkan geng tersebut.

Baku tembak itu bermula dari kerusuhan yang terjadi pada Jumat (12/11) sekitar pukul 7 malam waktu setempat. Para tahanan dari sebuah geng mencoba memasuki blok 2 penjara Litoral, lokasi ditahannya geng Tiguerone saingannya pasca pemimpinnya dibebaskan.

Kekerasan tak terhindarkan hingga memicu baku tembak pada Sabtu (13/11) sebelum fajar. Penembakan disebut berlangsung 8 jam lamanya. Sedikitnya 68 narapidana tewas dan 25 lainnya mengalami luka-luka dalam kerusuhan itu.

(ita/ita)