Daftar Jadi Capres Libya, Anak Muammar Khadafi Merupakan Terpidana Mati

ADVERTISEMENT

Daftar Jadi Capres Libya, Anak Muammar Khadafi Merupakan Terpidana Mati

Tim detikcom - detikNews
Senin, 15 Nov 2021 08:29 WIB
Tripoli -

Anak mantan diktator Libya Muammar Khadafi, Seif Al-Islam Khadafi, mendaftarkan diri sebagai calon Presiden Libya. Seif Al-Islam pernah dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan.

Seif Al-Islam dijatuhi hukuman mati pada 2015 silam. Saat itu, dia dinyatakan bersalah atas kejahatan selama pergolakan tahun 2011.

Selain Seif Al-Islam, mantan kepala intelijen Abdullah Senussi dan perdana menteri terakhir Khadafi termasuk di antara mereka yang divonis mati. Seif Al-Islam sendiri tak hadir di persidangan karena ditahan oleh milisi yang menolak otoritas di Ibu Kota Libya, Tripoli.

Persidangan di Tripoli yang dimulai sejak 2014 itu menuai kritik dari kelompok-kelompok HAM. Dalam persidangan itu, 37 terdakwa dinyatakan bersalah atas berbagai kejahatan, termasuk pembunuhan dan keterlibatan memicu pemerkosaan selama pergolakan tahun 2011 yang menggulingkan rezim Khadafi.

Seif Al-Islam ditahan di Kota Zintan sejak ditangkap pada November 2011. Sejak saat itu pula Mahkamah Pidana Internasional (ICC) berulang kali mendesak Libya menyerahkan Seif Al-Islam untuk diadili atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Daftar Jadi Capres

Kini, Seif Al-Islam membuat kejutan. Dia mendaftarkan diri sebagai calon Presiden Libya dalam Pilpres yang bakal digelar Desember 2021.

Dilansir dari AFP, Senin (15/11/2021), pendaftaran Seif Al-Islam sebagai capres ini membuat kaget. Apalagi, keberadaannya selama ini dirahasiakan karena diburu atas berbagai tuduhan kejahatan.

Pemilihan presiden langsung pertama Libya direncanakan digelar pada 24 Desember. Pilpres ini menandai puncak proses yang diluncurkan tahun lalu oleh PBB untuk mencoba menyetop kekerasan bertahun-tahun di negara kaya minyak itu sejak pemberontakan yang menggulingkan Khadafi pada 2011.

Seif Al-Islam masih diburu oleh Pengadilan Kriminal Internasional atas kejahatan terhadap kemanusiaan yang diduga dilakukannya. Komisi pemilihan Libya menyatakan putra Muammar Khadafi itu telah menyelesaikan 'semua persyaratan hukum yang diperlukan'.

"Seif Al-Islam Kadhafi mengajukan pencalonannya untuk pemilihan presiden ke kantor Komisi Pemilihan Umum Nasional di kota Sebha," katanya dalam sebuah pernyataan.

Dalam sebuah video, pria berusia 49 tahun itu membacakan ayat Al-Qur'an dan berterima kasih kepada pihak-pihak yang membantunya dengan mengatakan "Tuhan memberkati Anda".

Komisi pemilihan juga merilis gambar yang menunjukkan Seif Al-Islam mengenakan jubah tradisional Badui dan hiasan kepala. Dia diberi kartu pendaftaran pemilih untuk distrik Sebha selatan.

Sejumlah warga bereaksi negatif terhadap pendaftaran Seif Al-Islam sebagai capres. Warga menganggap hal ini tidak benar.

"Alih-alih menyelesaikan masalah, ini hanya memperumit masalah. Itu tidak benar," kata salah satu warga, Nizar Al-Hadi.

Warga lain, Ramzi Douess, mengatakan dia tidak ragu beberapa orang akan menerima pencalonan Seif. Namun, dia mempertanyakan bagaimana nasib negara di Afrika Utara itu jika dia menang.

"Apakah dia akan menerima Libya seperti sekarang ini, atau akankah dia mundur?" tanya Doues.

(haf/isa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT