AS Kembali Peringatkan China Tak Tekan Taiwan Terus Menerus

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 14 Nov 2021 11:09 WIB
FILE - In this Sept. 25, 2015, file photo, a military honor guard await the arrival of Chinese President Xi Jinping for a state arrival ceremony at the White House in Washington. China on Tuesday, Dec. 8, 2020, lashed out at the U.S. over new sanctions against Chinese officials and the sale of more military equipment to Taiwan. (AP Photo/Andrew Harnik, File)
Ilustrasi (Foto: AP Photo/Andrew Harnik, File)
Jakarta -

Amerika Serikat kembali memperingatkan China terkait tekanannya terhadap Taiwan. Hal ini disampaikan Departemen Luar Negeri AS jelang pertemuan puncak antara AS-China, Senin (15/11) mendatang.

"Menteri Luar Negeri Antony Blinken berbicara dengan Menteri Luar Negeri Wang Yi dan menyatakan keprihatinan mengenai berlanjutnya tekanan militer, diplomatik, dan ekonomi China terhadap Taiwan," kata departemen itu dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir AFP, Minggu (14/11/2021).

Peringatan itu disampaikan jelang pertemuan puncak virtual antara Presiden Joe Biden dan Xi Jinping, Senin (15/11) malam waktu Washington.

Pada Jumat (12/11) lalu, Blinken dan Wang berbicara untuk membahas persiapan KTT. Dilaporkan bahwa AS "mendesak Beijing untuk terlibat dalam dialog yang berarti untuk menyelesaikan masalah lintas-Selat secara damai dan dengan cara yang konsisten dengan keinginan dan kepentingan terbaik rakyat di Taiwan. "

Hubungan antara AS dan China saat ini memburuk lantaran beberapa isu. Sebagian terkait Taiwan, namun juga terkait isu perdagangan, hak asasi manusia, dan masalah lainnya.

Pada Oktober lalu, militer China bahkan memecahkan rekor jumlah serangan ke zona pertahanan udara Taiwan.

Washington telah berulang kali mengisyaratkan dukungannya untuk Taiwan dalam menghadapi apa yang disebutnya sebagai agresi China.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan pertemuan puncak pada hari Senin nanti bisa "memberikan kesempatan bagi kedua pemimpin untuk membahas bagaimana mengelola persaingan secara bertanggung jawab antara Amerika Serikat dan China, sambil bekerja sama di bidang-bidang di mana kepentingan keduanya selaras."

Simak video 'Imbauan Timbun Makanan China, Dikira Warga Taiwan Terkait Perang':

[Gambas:Video 20detik]